Sumber Reuters yang dikutip detikINET, Minggu (15/4/2012) menyebutkan Balsillie berniat mengizinkan operator selular di Amerika Utara dan Eropa menyediakan layanan pada handset non BlackBerry melalui jaringan RIM. Disebut sebagai strategi radikal karena sejak dulu, jaringan RIM hanya dipakai oleh BlackBerry.
Akan tetapi ide Balsillie itu menimbulkan perdebatan sengit di antara pejabat tinggi RIM. Hingga akhirnya dia undur diri, rencananya urung terwujud. CEO RIM yang sekarang, Thorsten Heins agaknya tak berminat mewujudkan ide Balsillie itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RIM sendiri mengenakan biaya tertentu terhadap operator yang menggunakan jaringannya. Penghasilan mereka cukup tinggi dari skema ini, sekitar USD 1 miliar dalam kuartal lalu saja.
Balsillie tampaknya ingin melakukan rencana di atas untuk menjaga agar RIM tetap menguntungkan, karena BlackBerry makin kehilangan pangsa pasar. Kini, CEO baru Thorsten Heins memilih untuk fokus mengembangkan handset BlackBerry 10 dalam upaya meningkatkan popularitas BlackBerry.
(fyk/fyk)
