Belum diketahui pasti berapa banyak konsumen yang mengalami masalah ini, namun berdasarkan laporan Cult of Mac, situs teknologi yang kerap membahas soal Apple, saat ini baru ada sekitar 600 pengguna iPhone 4 mengalami masalah tersebut.
Hal ini rupanya berimbas pada masalah garansi, setidaknya di Australia,Β masalah ini sudah mulai dibahas. Lembaga pengawas konsumen setempat, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), meminta Apple membenahi masalah garansi iPhone 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua ACCC Graeme Samuel mengatakan, penguatan jaminan mobile Telstra, yang datang setelah perjanjian serupa dengan Vodafone Australia Hutchison, dirancang untuk menghindari pelanggan 'digantung' tanpa kepastian.
"Hanya karena masa garansi pabrik habis, tidak berarti bahwa konsumen dapat terombang-ambing tanpa kepastian jika produk mereka rusak sementara kontrak layanan masih berlaku," katanya.
Sebelumnya, produsen ponsel menawarkan jaminan standar satu tahun. Tetapi dikatakan Samuel, ACCC menyoroti kasus ini berkaitan dengan kasus di mana ponsel dijual pada kontrak yang berlangsung lebih dari satu tahun. Pengecer kemudian berhasil bernegosiasi jaminan dua tahun dengan semua produsen handset utama kecuali Apple, yang memberlakukan biaya tambahan kepada konsumen untuk perpanjangan garansi.
"Para retailer mengatakan mereka tidak bisa menegosiasikan garansi 24 bulan dengan Apple karena terlalu mahal," kata Samuel.
Retak pada casing belakang iPhone 4 kabarnya diakibatkan pemakaian case pelindung. Sayangnya, kerusakan ponsel semacam itu tidak termasuk dalam garansi Apple. Laporan lain juga menyebutkan, beberapa iPhone 4 mengalami masalah pada kamera. Sementara itu, Apple hingga saat ini belum memberikan komentarnya. (rns/wsh)