Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Isu PHK 20% Karyawan Demi Proyek AI, Saham Meta Malah Meroket

Isu PHK 20% Karyawan Demi Proyek AI, Saham Meta Malah Meroket


Fino Yurio Kristo - detikInet

CEO Facebook Mark Zuckerberg resmi mengganti nama Facebook menjadi Meta. Ia bercita-cita untuk menciptakan ekosistem realitas virtual yang saling terhubung yang ia namai sebagai Metaverse.
Foto: Screenshoot AFP
Jakarta -

Setelah kabar akan melakukan PHK pada banyak karyawan, saham Meta naik sekitar 3%. PHK kabarnya akan digelar terhadap lebih dari 20% tenaga kerjanya untuk menyeimbangkan rencana pengeluaran kecerdasan buatan (AI) yang besar pada tahun ini.

Reuters melaporkan para eksekutif puncak di raksasa teknologi tersebut telah meminta para pemimpin senior untuk mulai menyusun rencana pengurangan jumlah karyawan, mengutip tiga sumber anonim.

Meta mempekerjakan hampir 79.000 karyawan per Desember 2025, dan besaran PHK dapat mempengaruhi lebih dari 15.000 pekerja. Dikutip detikINET dari CNBC, ini akan menjadi PHK terbesar sejak akhir 2022, ketika CEO Mark Zuckerberg mengatakan Meta memangkas 11.000 pekerjaan dan mengurangi perekrutan sebagai bagian strategi pemangkasan biaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Potensi PHK di Meta ini muncul saat raksasa teknologi tersebut melipatgandakan upaya membangun infrastruktur AI yang mahal dan meningkatkan efisiensi dari AI yang diintegrasikan ke alur kerja.Beberapa perusahaan telah mengungkap rencana PHK besar-besaran yang terkait dengan AI pada tahun 2026.

Block milik Jack Dorsey mengatakan akan memberhentikan 4.000 karyawan bulan Februari agar perusahaan bergerak lebih cepat dengan tim lebih kecil dan menggunakan AI untuk mengotomatisasi lebih banyak pekerjaan. Sementara Amazon menghapus 16.000 posisi pada bulan Januari untuk mengurangi hierarki dan birokrasi, di tengah rencana investasi besar-besaran di bidang AI.

ADVERTISEMENT

Sejauh ini di tahun 2026, AI telah disebut sebagai alasan dalam lebih dari 12.000 pemutusan hubungan kerja di AS, menurut data terbaru dari perusahaan konsultan Challenger, Gray & Christmas.

Meta mengungkap di laporan pendapatan di Januari bahwa belanja modal terkait AI berada sekitar USD 115 miliar hingga 135 miliar tahun ini, dua kali lipat 2025. Ini adalah bagian dari total dana USD 700 miliar yang rencananya diinvestasikan para hyperscaler teknologi, termasuk Amazon, Alphabet, dan Microsoft, di bidang AI tahun ini.

Rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor tentang potensi pengeluaran yang tak berkelanjutan bila dibanding jumlah pendapatan yang dihasilkan AI. Zuckerberg mengatakan bahwa tahun 2026 akan jadi tahun besar bagi AI karena investasi perusahaan difokuskan pada misi membangun kecerdasan super personal.

Tahun lalu, perusahaan menginvestasikan USD 14,3 miliar di Scale AI. Meta pada akhirnya membajak CEO grup tersebut, Alexandr Wang, beserta beberapa engineer dan peneliti utamanya.

"Meski kita melihat PHK massal di perusahaan seperti Block yang memberhentikan 40% karyawannya 'karena AI', jika Meta bersedia mengurangi jumlah karyawan pada skala ini sembari meningkatkan investasi AI, kami pikir ini menandakan pergeseran lebih luas bahwa AI makin mendorong produktivitas," kata analis Jefferies.




(fyk/fyk)




Hide Ads