Alphabet, induk perusahaan Google, mencetak rekor baru dengan pendapatan tahunan menembus USD 400 miliar (sekitar Rp 6.280 triliun) untuk pertama kalinya. Pencapaian ini diumumkan dalam laporan keuangan kuartal IV 2025 yang dirilis pada Rabu.
Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 15% dibanding tahun sebelumnya. Alphabet menyebut pertumbuhan ini didorong oleh kinerja bisnis cloud serta YouTube yang terus menguat.
Pendapatan Google Cloud kini mencapai USD 70 miliar (sekitar Rp 1.099 triliun) sepanjang 2025. Bisnis ini menjadi salah satu pilar utama Alphabet di tengah meningkatnya kebutuhan layanan komputasi dan infrastruktur AI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YouTube juga mencatat lonjakan pendapatan tahunan yang melampaui USD 60 miliar (sekitar Rp 942 triliun), berasal dari iklan dan layanan berlangganan. CEO Alphabet Sundar Pichai mengatakan YouTube tetap menjadi streamer nomor satu, merujuk pada data Nielsen.
Selain itu, Alphabet kini memiliki lebih dari 325 juta pelanggan berbayar. Pertumbuhan ini dipimpin oleh layanan Google One dan YouTube Premium.
Di sisi AI, Google melaporkan aplikasi Gemini telah melampaui 750 juta pengguna setelah peluncuran model Gemini 3 pada November. Angka tersebut bertambah sekitar 100 juta pengguna dalam waktu singkat.
Gemini 3 disebut semakin dominan di industri AI, dengan versi khusus model ini juga akan digunakan untuk mendukung Siri yang lebih personal di perangkat Apple, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (5/2/2026).
Google Search pun ikut terdorong. Pichai menyebut penggunaan mesin pencari meningkat dalam beberapa bulan terakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Permintaan harian untuk fitur AI Mode juga dilaporkan sudah dua kali lipat sejak diluncurkan.
Ke depan, Google berencana memanfaatkan momentum Gemini dan AI Mode dengan menghadirkan fitur checkout berbasis agen AI, yang akan terintegrasi langsung ke dalam layanan tersebut.
(asj/rns)

