Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Akuisisi Manus oleh Meta Terancam Diusik Pemerintah China

Akuisisi Manus oleh Meta Terancam Diusik Pemerintah China


Virgina Maulita Putri - detikInet

Manus AI
Akuisisi Manus oleh Meta Terancam Diusik Pemerintah China Foto: SCMP
Jakarta -

Meta belum lama ini mengumumkan akuisisi startup AI Manus senilai USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,5 triliun. Namun akuisisi itu terancam diintervensi oleh pemerintah China.

Menurut laporan Financial Times, petinggi di Kementerian Perdagangan China sedang meninjau akuisisi Manus oleh Meta terkait kemungkinan pelanggaran kontrol ekspor teknologi.

Dua orang yang familiar dengan kasus ini mengatakan petinggi pemerintah China mulai menilai apakah relokasi staf dan teknologi Manus ke Singapura dan penjualan selanjutnya ke Meta membutuhkan lisensi ekspor berdasarkan hukum China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun peninjauan ini masih dalam tahap awal dan mungkin tidak akan mengarah kepada penyidikan formal, kebutuhan akan lisensi ekspor akan memberi jalan bagi pemerintah China untuk mempengaruhi transaksi tersebut, dan dalam kasus ekstrem bisa memaksa kedua pihak untuk membatalkan kesepakatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Pemerintah China sebelumnya menggunakan mekanisme kontrol ekspor serupa untuk mengintervensi upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokir TikTok saat masa jabatan pertamanya.

Winston Ma, profesor di New York University, dalam postingannya di WeChat bahkan memperingatkan pendiri Manus terancam menghadapi kasus hukum jika ketahuan mengekspor teknologi yang dibatasi tanpa izin, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (8/1/2026).

Upaya Meta mencaplok Manus menjadi perhatian pemerintah China karena kekhawatiran bahwa hal itu dapat mendorong startup asal China untuk memindahkan operasinya ke negara lain guna menghindari pengawasan.

Membuka kantor pusat atau kantor cabang kedua di Singapura telah menjadi hal yang sangat umum di kalangan perusahaan China yang ingin mencari konsumen global, bahkan praktek ini dikenal dengan istilah 'Singapore washing'.

Namun, salah satu sumber Financial Times mengatakan produk buatan Manus, yaitu agen yang ditenagai AI, tidak dianggap sebagai teknologi penting yang vital bagi China sehingga mengurangi urgensi intervensi.

Manus sebenarnya merupakan produk buatan startup China bernama Beijing Butterfly Effect Technology yang didirikan pada tahun 2022. Pada musim panas 2025, tim inti Manus pindah ke Singapura setelah menerima pendanaan dari Benchmark.

Entitas tersebut tetap terdaftar di Beijing meskipun kantornya kosong. Saat ini Manus dioperasikan di Singapura oleh Butterfly Effect Pte. Meta mengatakan Manus tidak akan memiliki hubungan apapun dengan investor China dan tidak akan beroperasi di China setelah diakuisisi.




(vmp/afr)
TAGS







Hide Ads