Setelah bertahun-tahun bereksperimen dan mengutak-atik algoritma, Reels kini menjelma menjadi mesin pertumbuhan paling menjanjikan bagi Meta.
Produk video pendek yang awalnya lahir sebagai respons tergesa-gesa terhadap dominasi TikTok itu kini menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Meta, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (6/1/2026).
Dalam laporan keuangan terbaru, CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan Reels telah mencatat laju pendapatan tahunan lebih dari USD 50 miliar. Angka ini membuat Reels sejajar dengan merek global seperti Coca-Cola atau Nike, serta mulai mendekati YouTube yang diperkirakan meraih USD 46 miliar dari iklan tahun ini. Sebagai perbandingan, TikTok diproyeksikan menghasilkan sekitar USD 17 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuckerberg menyebut keberhasilan Reels tak lepas dari sistem rekomendasi berbasis AI yang kini jauh lebih matang. Menurutnya, algoritma Meta mampu menyajikan konten yang lebih relevan dan berkualitas, terutama di format video. Ia juga mencatat waktu menonton video di Instagram tumbuh 30% secara tahunan.
Capaian ini cukup kontras dengan kondisi beberapa tahun lalu. Saat Reels diluncurkan pada 2020, performanya jauh tertinggal dari TikTok. Riset internal Meta bahkan menunjukkan bahwa pada 2022, waktu yang dihabiskan pengguna di Reels hanya sepersepuluh dari TikTok.
Wakil Presiden Produk Instagram, Tessa Lyons, menjelaskan tantangan terbesarnya adalah mengubah DNA Instagram. Selama bertahun-tahun, Instagram dibangun sebagai jejaring sosial berbasis pertemanan dan pengikut, bukan mesin penemuan konten seperti TikTok. Peralihan ke video pendek memaksa Instagram merombak sistem pemeringkatan secara menyeluruh.
Algoritma yang sebelumnya bertumpu pada relasi antar pengguna kini harus mengandalkan sinyal lain, seperti durasi tonton, minat, dan pola interaksi. Untuk itu, Meta mengembangkan sistem AI yang mampu membaca perilaku pengguna dalam waktu sangat singkat. Meta juga sempat memberikan insentif kepada kreator demi mendorong konten orisinal dan memperkaya data pelatihan algoritma.
Hasilnya mulai terlihat. Data Sensor Tower menunjukkan pengguna Instagram kini menghabiskan rata-rata 27 menit per hari menonton Reels. Angka ini melampaui YouTube Shorts yang berada di kisaran 21 menit, meski TikTok masih memimpin dengan sekitar 44 menit per hari.
Meta menilai kesuksesan di ponsel hanyalah langkah awal. Perusahaan kini mulai menguji Instagram versi TV, dimulai lewat peluncuran terbatas di Amazon Fire TV di Amerika Serikat. Riset internal Meta menunjukkan banyak pengguna sudah menonton Reels di TV dengan cara memantulkan layar ponsel, sehingga pengalaman ini akhirnya diformalkan.
Langkah tersebut menempatkan Instagram sebagai penantang YouTube di layar televisi, area yang selama ini didominasi Google. Di AS, konsumsi YouTube di TV bahkan sudah melampaui perangkat mobile, tren yang ingin diikuti Meta lewat Reels.
Instagram juga terus menyempurnakan kontrol algoritma. Fitur seperti Blend memungkinkan teman menggabungkan preferensi mereka dalam satu feed bersama, sementara opsi umpan balik baru memberi pengguna kendali lebih besar atas jenis konten yang ingin mereka lihat.
Dengan Reels yang kini menjadi tulang punggung pendapatan dan ekspansi ke layar TV, Meta tampaknya tak lagi sekadar mengejar TikTok. Target berikutnya jelas: mengusik dominasi YouTube, bahkan sampai ke ruang keluarga.
(asj/fay)