Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Anggarkan Rp 510,5 M untuk Tingkatkan Layanan

Telkom Anggarkan Rp 510,5 M untuk Tingkatkan Layanan


- detikInet

Jakarta - Telkom melakukan transformasi bisnis demi meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Program Infusion 2008 digelar, dengan anggaran Rp 510,5 miliar.Infusion 2008 merupakan program yang dicanangkan Telkom untuk mengantarkan transformasi sistem bisnis perusahaan berbasis teknologi informasi (TI) untuk menuju World Class Service Company.Menurut Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Arwin Rasyid, orientasi Telkom yang memusatkan perhatian dan pelayanan kepada pelanggan bukanlah semata-mata struktur pada organisasinya. "Telkom amat menyadari bahwa ke depannya tantangan dan dinamika bisnis infocom, yang menjadi core business perusahaan telekomunikasi dan teknologi masa depan, akan semakin kompleks," ujar Arwin saat peluncuran Infusion 2008 di Grha Cipta Caraka, Telkom, Jakarta, Rabu (10/1/2007).Untuk melaksanakan program tersebut, perseroan menganggarkan belanja modalnya sebesar Rp 92,5 miliar untuk tahun 2006 dan Rp 418 miliar di tahun 2007. "Total dana yang dianggarkan sebagai biaya capital expenditure Infusion 2008 ini adalah Rp 510,5 miliar," tegas Arwin. Untuk program ini, Telkom melibatkan mitra bisnis yang terdiri dari: SAP untuk implementasi CRM (national multi product - customer support system), CLARITY untuk implementasi National Operation Support System dan CONVERGYS untuk program billing yang konvergen.Transformasi yang dilakukan dalam kerangka program ini adalah mengubah paradigma bisnis dari subscriber (pelanggan) ke User Centric, dari fokus produk ke arah fokus solusi dan dari menjual kapasitas menjadi menjual kapabilitas atau kemampuan yang tersedia. "Ini mempunyai arti yang lebih luas, tinggi dan bernilai. Bagaimana kita tidak hanya menjual ketersediaan alat produksi yang dimiliki, tetapi bagaimana mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki agar memberikan nilai dan solusi bagi pelanggan kami," kata Arwin mencontohkan.Program ini menerapkan beberapa tolok ukur yang dijadikan indikator, seperti jaminan kehandalan kepastian layanan (service assurance), single payment untuk tagihan (billing), dan layanan inovatif yang dipersonalisasi, yang merupakan aplikasi dari CRM (Customer Relationship Management). (nks/nks)






Hide Ads