Kebutuhan Cloud di Indonesia Diprediksi Terus Melesat

Kebutuhan Cloud di Indonesia Diprediksi Terus Melesat

ADVERTISEMENT

Kebutuhan Cloud di Indonesia Diprediksi Terus Melesat

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 06 Agu 2022 17:50 WIB
Cloud Computing
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Meski tak terlihat bentuknya, cloud computing ada di kehidupan sehari-hari kebanyakan orang. Aplikasi email, chat, mobile banking, media sosial, dan lainnya berjalan menggunakan cloud computing, yang kebutuhannya diprediksi terus meningkat.

Hal ini diutarakan oleh Kresna Adiprawira, Presdir PT Data Sinergitama Jaya, atau Elitery, dalam keterangan yang diterima detiKINET, Sabtu (6/8/2022). Pria yang pernah berkarir sebagai pimpinan IT Operation di perusahaan startup asuransi daring di Silicon Valley, Amerika Serikat ini menuturkan, kebutuhan teknologi Cloud di Indonesia sangat besar saat ini dan diprediksi akan jauh lebih besar lagi ke depannya.

Hal ini didukung oleh Pemerintah yang terus menggaungkan Transformasi Digital untuk mencapai Indonesia Emas 2045 dan dalam menjalankan roadmap Indonesia 4.0.

"Tanpa dirasa, cloud computing sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Aplikasi yang kita gunakan sehari-hari seperti email, chat, mobile banking, sosial media dan lainnya hampir bisa dipastikan berjalan menggunakan teknologi cloud computing. Apalagi semenjak Pandemi Covid 19 yang membuat seluruh aspek kehidupan manusia berubah secara drastis," jelas Kresna.

"Teknologi cloud computing memungkinkan perusahaan dan pemerintahan untuk berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan secara cepat dan cost effective sehingga roda ekonomi dan pemerintahan masih tetap berjalan di tengah pandemi yang lalu," tambahnya.

Berdasarkan laporan berjudul The Future of Cloud in Asia Pacific dari Cisco dan BCG tahun 2021, pengeluaran infrastruktur informasi dan teknologi (IT), serta public cloud Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Sedangkan pertumbuhan majemuk tahunan alias Compounding Annual Growth Rate (CAGR) layanan public cloud di Indonesia mencapai 25%, lebih tinggi dibandingkan Malaysia 23% dan Singapura yang hanya 20%.

Kresna menyampaikan, untuk menjawab kebutuhan pasar ini, Elitery telah menyediakan produk dan layanan yang dapat memberikan solusi untuk mempercepat transformasi digital. Selain itu, Elitery terus melakukan riset dan pengembangan produk dan layanan agar selalu dapat menyesuaikan perkembangan teknologi dan memberikan solusi yang tepat untuk pasar.

Elitery punya dua kategori penawaran, yaitu produk dan layanan khusus. Produk merupakan layanan yang sudah dikemas dalam suatu penawaran harga dan spesifikasi teknis yang baku dan siap dipakai. Contoh dari produk adalah Elicovery, Elivision, dan Sipandu.

"Pelanggan dengan mudah dapat mendapatkan produk Elitery yang sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Kami menggunakan cloud computing sebagai fondasi dalam menyediakan layanan dan mengembangkan produk kami. Produk tersebut diatas dikembangkan dan diimplementasikan menggunakan teknologi berbasis Cloud Computing.Adapun layanan khusus adalah layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, seperti layanan Managed Cloud dan Managed Network," jelas Kresna.

Menurut Kresna, Elitery mampu memberikan layanan paripurna bagi para klien mulai dari membangun infrastruktur, implementasi bahkan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Itulah sebabnya banyak perusahaan yang menjadi klien Elitery lebih dimudahkan dalam pengelolaan teknologi informasi.

"Kami melihat mayoritas perusahaan di Indonesia ingin fokus terhadap core business mereka sehingga menyerahkan implementasi dan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi mereka (cloud dan network) kepada kami. Kami sudah membantu hampir 200 perusahaan baik didalam maupun luar negeri dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi mereka," tutupnya.



Simak Video "Tiktok Jadi Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT