Curhat Elon Musk: Pabrik Baru Tesla Bakar Duit Besar-besaran

Curhat Elon Musk: Pabrik Baru Tesla Bakar Duit Besar-besaran

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 23 Jun 2022 12:20 WIB
The construction site of the new Tesla Gigafactory for electric cars is pictured in Gruenheide near Berlin, Germany, Friday, March 18, 2022. (AP Photo/Michael Sohn)
Pabrik Tesla di Berlin, Jerman. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pabrik baru Tesla di Texas, Amerika Serikat dan Berlin, Jerman ternyata merugi miliaran dolar akibat kekurangan pasokan baterai dan masalah di China.

Hal ini diakui oleh CEO Tesla Elon Musk dalam sebuah wawancara. Menurutnya, dua pabrik Tesla itu adalah mesin pembakar uang yang sangat besar untuk saat ini.

"Pabrik Tesla di Berlin dan Austin adalah mesin pembakar uang raksasa saat ini. Oke? Pabrik ini benar-benar seperti suara yang menggelegar, yang merupakan suara uang yang terbakar," jelas Musk dalam wawancara dengan Tesla Owners of Silicon Valley, sebuah klub mobil, di Austin, Texas.

Menurut Musk, pabrik Tesla di Austin hanya bisa memproduksi mobil dalam jumlah yang kecil karena kesulitan menggenjot produksi karena baterai 4680 yang baru dan peralatan untuk membuat baterai 2170 tersangkut di pelabuhan di China.

"Ini semua nantinya akan diperbaiki dengan cepat, namun membutuhkan perhatian yang besar," tambah Musk.

Sementara pabrik di Berlin menurut Musk nasibnya sedikit lebih bagus, karena sudah mulai memproduksi baterai 2170 sendiri.

Pangkal permasalahannya ada pada bermacam lockdown yang diterapkan Pemerintah China, termasuk di Shanghai, yang menurut Musk benar-benar mempersulit Tesla. Lockdown tersebut berdampak pada produksi mobil, tak cuma pada pabrik Tesla di Shanghai, melainkan juga di pabrik Tesla di California.

Ini karena pabrik Tesla di California itu juga menggunakan sejumlah komponen yang dibuat di China, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/6/2022).

Tesla berencana menyetop mayoritas produksinya di Shanghai pada dua minggu pertama bulan Juli mendatang. Tujuannya untuk melakukan pembaruan di pabrik tersebut untuk menggenjot produksi.

"Dua tahun ke belakang benar-benar menjadi mimpi buruk dalam hal gangguan rantai pasokan, satu hal dan lainnya, dan kami belum benar-benar pulih dari masalah tersebut," pungkasnya.

Musk pun kebingungan mencari cara agar pabrik-pabrik Tesla itu bisa tetap beroperasi agar mereka bisa tetap menggaji para pegawainya, dan agar Tesla tidak bangkrut.

Pada awal Juni ini Musk mengaku punya perasaan buruk terhadap kondisi perekonomian, dan ia menganggap Tesla perlu mengurangi jumlah pegawainya sebanyak 10%, juga menyetop perekrutan pegawai baru di seluruh dunia.

Lalu pada awal minggu ini Musk juga memutuskan untuk memotong gaji para pegawai Tesla sebesar 10%, yang akan dilakukan bertahap selama tiga bulan ke depan.



Simak Video "Elon Musk Bakal Pangkas 10 Persen Karyawan Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)