Layanan Pembayaran WhatsApp Diperluas, Gaet Lebih Banyak Pengguna

Layanan Pembayaran WhatsApp Diperluas, Gaet Lebih Banyak Pengguna

Josina - detikInet
Minggu, 17 Apr 2022 14:15 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

WhatsApp, anak perusahaan dari Meta, telah mendapatkan persetujuan regulasi untuk melipatgandakan jumlah pengguna layanan pembayarannya di India menjadi 100 juta.

Selama bertahun-tahun, WhatsApp telah meminta kepada badan National Payments Corporation of India (NPCI) untuk tidak dibatasi terkait jumlah pengguna layanannya. India sendiri merupakan pasar terbesar WhatsApp hingga saat ini.

Dilansir detiKINET dari Reuters, NPCI pun memberikan izin untuk WhatsApp agar dapat meningkatkan jumlah pelanggannya yang saat ini berjumlah 40 juta menjadi 100 juta.

Meski demikian, pembatasan baru ini masih dapat membatasi prospek pertumbuhan WhatsApp mengingat aplikasi ini memiliki lebih dari 500 juta pengguna di India.

WhatsApp telah meminta kepada NPCI agar mereka dapat beroperasi tanpa batas. Namun NPCI sendiri memiliki alasan di mana jika semua pengguna WhatsApp di India mengakses layanan pembayaran yang terintegrasi dengan aplikasi dan memungkinkan kontak saling mengirim dana, hal tersebut membebani infrastruktur keuangan negara

NPCI pun memberikan persetujuan kepada WhatsApp untuk meluncurkan layanan pembayaran pada tahun 2020 setelah perusahaan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk berusaha mematuhi peraturan India, termasuk aturan dalam penyimpanan data yang mengharuskan semua data terkait pembayaran disimpan secara lokal.

Awal beroperasi, layanan pembayaran WhatsApp di India memiliki 20 juta pengguna dan batasnya kini meningkat menjadi 40 juta pada November tahun lalu.

WhatsApp bersaing dengan Alphabet Inc (GOOGL.O) Google Pay, SoftBank dan Paytm yang didukung Ant Group (PAYT.NS) dan Walmart (WMT.N) PhonePe di pasar digital India yang ramai.



Simak Video "Hore! Kini WhatsApp Bisa Ajak 512 Orang Masuk ke Grup"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/rns)