Di Tengah Perang, Presiden Ukraina Legalkan Bitcoin Cs

Di Tengah Perang, Presiden Ukraina Legalkan Bitcoin Cs

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 20 Mar 2022 07:30 WIB
In this handout photo taken from video provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy addresses the nation in Kyiv, Ukraine, Thursday, Feb. 24, 2022. Zelenskyy declared martial law, saying Russia has targeted Ukraines military infrastructure. He urged Ukrainians to stay home and not to panic. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP
Jakarta -

Di tengah kecamuk perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menandatangani undang-undang yang secara efektif melegalkan sektor mata uang kripto di negaranya.

Keputusan ini muncul ketika Ukraina menerima banyak sumbangan uang kripto senilai puluhan juta dolar dari individu dan kelompok yang berharap dapat membantu upaya perang negara itu melawan Rusia.

RUU yang ditandatangani oleh Zelenskyy telah disetujui oleh parlemen Ukraina bulan lalu dan menciptakan kondisi untuk peluncuran pasar legal untuk aset virtual di Ukraina.

Keputusan ini memungkinkan bank Ukraina untuk membuka rekening untuk perusahaan kripto, serta menunjuk Bank Nasional Ukraina dan Komisi Nasional Sekuritas dan Pasar Saham sebagai pengawas keuangan untuk sektor ini.

Selain itu, seperti dikutip dari The Verge, dilegalkannya mata uang kripto pun berarti pertukaran kripto dan perusahaan yang menangani aset virtual lainnya harus mendaftar ke pemerintah. Ukraina mengatakan akan melindungi kepemilikan mata aset kripto warganya dengan kekuatan hukum yang sama dengan mata uang fiatnya, hryvnia




Dalam sebuah posting yang dibagikan di Telegram, Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital Mykhailo Fedorov, mengatakan bahwa undang-undang itu akan membawa sektor kripto lebih jelas dan keluar dari "bayang-bayang".

"Dengan dimulainya perang, mata uang kripto menjadi alat yang ampuh untuk menarik dana tambahan guna mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina," tulis Fedorov.

Selama lebih dari tiga minggu situasi berperang, dana kripto Ukraina telah terkumpul lebih dari sekitar Rp773,6 miliar dalam mata uang kripto. Sumber lain ada juga yang menyebut Ukraina telah menerima hampir sekitar Rp1,4 triliun dalam bentuk donasi kripto.

Untuk diketahui, mata uang kripto memainkan peran penting dalam situasi perang antara Rusia dan Ukraina. Selain menjadi vektor utama untuk donasi ke Ukraina, mata uang kripto juga dilihat sebagai jalur penyelamat bagi orang Rusia yang terkena sanksi keuangan.

Orang Ukraina biasa juga banyak yang membeli aset kripto, terlihat dari jumlahnya yang meningkat. Perdagangan di bursa domestik Kuna tercatat melonjak 200% menyusul invasi negara itu oleh negara tetangganya Rusia.

Selama ini, menukar aset virtual dengan fiat untuk melakukan pembelian seringkali masih diperlukan dan prosesnya sulit. Namun dengan adanya pengakuan hukum terhadap sektor kripto, ini akan membantu mengatasi sejumlah permasalah ini.

Simak Video 'Serukan Perdamaian, Presiden Ukraina Ingin Bicara ke Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/rns)