Video Presiden Ukraina Menyerah ke Rusia Viral, Ternyata Deepfake

Video Presiden Ukraina Menyerah ke Rusia Viral, Ternyata Deepfake

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 17 Mar 2022 12:29 WIB
In this photo provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy delivers his speech addressing the nation in Kyiv, Ukraine, Friday, Feb. 25, 2022. Russian troops bore down on Ukraines capital Friday, with explosions and gunfire sounding in the city as the invasion of a democratic country fueled fears of wider war in Europe and triggered new international efforts — including direct sanctions on President Vladimir Putin — to make Moscow stop. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Video Presiden Ukraina Menyerah Kepada Rusia Viral, Ternyata Deepfake (Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Jakarta -

Video yang memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerah kepada Rusia sempat viral di media sosial. Ternyata video itu merupakan deepfake dan kini telah dihapus oleh beberapa platform medsos.

Video deepfake itu pertama kali disiarkan oleh situs berita Ukraina TV24 setelah dugaan peretasan. Video itu memperlihatkan Zelensky berdiri di belakang podium dan menyatakan bahwa Ukraina memustuskan akan mengembalikan Donbas kepada Rusia dan mengakui perlawanan mereka telah gagal.

Kualitas video deepfake itu sangat buruk dan terlihat palsu. Dalam video tersebut, kepala Zelensky terlihat terlalu besar dan sedikit kabur jika dibandingkan dengan seluruh badannya.

Wajahnya juga terus menatap lurus ke depan dan tangannya terlihat tidak bergerak. Suara palsunya juga terdengar lebih dalam ketimbang suara aslinya. Videonya bisa dilihat di bawah ini dan sudah jelas ditandai sebagai deepfake.



Facebook dan YouTube langsung bergerak cepat menindak video deepfake tersebut. Head of Security Policy Meta Nathaniel Gleicher mengatakan video tersebut telah dihapus dari platform-nya.

"Hari ini, tim kami mengidentifikasi dan menghapus video deepfake yang mengklaim menunjukkan Presiden Zelensky mengeluarkan pernyataan yang tidak pernah dia lakukan," tulis Gleicher di akun Twitter-nya, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (17/3/2022).

"Video itu muncul di situs web yang diduga diretas dan kemudian mulai ditampilkan di internet," sambungnya.

Juru bicara YouTube Ivy Choi mengatakan video itu dan versi reupload-nya telah dihapus dari platform karena melanggar kebijakan misinformasi. Juru bicara Twitter mengatakan pihaknya terus memantau penyebaran video tersebut dan akan mengambil tindakan tegas jika ketahuan melanggar kebijakan perusahaan.

Awal bulan ini, pemerintah Ukraina memperingatkan tentara dan warga sipil untuk berhati-hati jika menemukan video Zelensky di internet, terutama jika ia mengumumkan menyerah kepada Rusia.

Setelah video deepfake itu viral, Zelensky langsung mengunggah video klarifikasi lewat akun Instagram resminya.

"Adapun provokasi kekanak-kanakan terbaru dengan seruan untuk meletakkan senjata, saya hanya menyerukan kepada pasukan Federasi Rusia untuk meletakkan senjata mereka dan pulang. Kami di sini dan akan membela Ukraina," kata Zelensky.

Simak Video 'Zelensky Minta Biden Berbuat Lebih Banyak Untuk Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(vmp/fay)