Sejarah Program Senjata Biologis Rusia yang Diwariskan Soviet

Sejarah Program Senjata Biologis Rusia yang Diwariskan Soviet

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 15 Mar 2022 07:45 WIB
ilustrasi riset
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

PBB membantah klaim Rusia soal program senjata biologis Ukraina. Negara-negara Barat bahkan menuduh Rusia telah menyebarkan teori konspirasi 'liar' di forum PBB sebagai dalih awal untuk meluncurkan serangan biologis atau serangan kimia mereka sendiri dalam invasinya ke Ukraina.

"Rusia memiliki rekam jejak dalam menuduh secara keliru negara-negara lain untuk pelanggaran yang sebenarnya dilakukan Rusia sendiri," sebut Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, dikutip dari Reuters.

"Kami memiliki kekhawatiran serius bahwa Rusia mungkin berencana untuk menggunakan agen kimia atau biologis terhadap rakyat Ukraina," imbuhnya.

Kecurigaan seperti yang dikemukakan Thomas-Greenfield memang bukan tanpa sebab. Rusia dikenal mewarisi program senjata biologis dari Uni Soviet sehingga selalu dicurigai tentang hal ini.

Mengutip Wikipedia, Uni Soviet secara diam-diam mengoperasikan program senjata biologis terbesar, terpanjang, dan tercanggih di dunia, sehingga melanggar kewajibannya sebagai anggota Biological Weapons Convention (BWC) pada 1972. Program ini dimulai pada 1920-an dan berlangsung hingga setidaknya September 1992. Kemungkinan program ini dilanjutkan oleh Rusia setelah itu.

Selama Perang Dunia II, Kepala Pemerintahan Soviet Joseph Stalin terpaksa menghentikan operasi perang biologisnya (BW) agar tidak menghalangi kemajuan pasukan Jerman. Dia diduga telah menggunakan tularemia untuk melawan pasukan Jerman pada tahun 1942 di dekat Stalingrad.

Pada tahun 1960, banyak fasilitas penelitian BW ada di seluruh Uni Soviet. Meskipun Uni Soviet juga menandatangani BWC 1972, mereka kemudian meningkatkan program biowarfare mereka. Sepanjang sejarahnya, program Soviet diketahui telah mempersenjatai dan menimbun dua belas agen hayati berikut:

  1. Bacillus anthracis (antraks)
  2. Yersinia pestis (wabah)
  3. Francisella tularensis (tularemia)
  4. Burkholderia mallei (kelenjar)
  5. Brucella sp. (bruselosis)
  6. Coxiella burnetii (demam Q)
  7. Venezuelan equine ensefalitis virus (VEE)
  8. Racun botulinum
  9. Enterotoksin stafilokokus B
  10. Cacar
  11. Virus marburg
  12. Virus ortopoks.

Pada tahun 1992, Presiden Federasi Rusia Boris Yeltsin mengakui bahwa Uni Soviet telah mengoperasikan program senjata biologis ofensif yang melanggar BWC. Dia mengungkap terjadi kecelakaan senjata biologis di Sverdlovsk pada 1979 yang menewaskan sedikitnya 64 orang.

Pembelot Soviet, termasuk Kolonel Kanatjan Alibekov, wakil kepala pertama Biopreparat dari tahun 1988 hingga 1992, menegaskan bahwa program tersebut besar-besaran dan masih ada.

Dia kemudian mencoba untuk menutup program tersebut namun gagal oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia yang meneruskan operasi lembaga penelitian biologinya.

Pada September 1992, Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris menandatangani pernyataan trilateral di mana Rusia berjanji mengakhiri program senjata biologis Rusia dan mengubah fasilitasnya untuk tujuan ilmiah dan medis yang baik, sertamengizinkan rekan-rekan Baratnya mengakses fasilitas ini.

Tetapi Moskow tidak memenuhi janji tersebut, sehingga institut biologi militer tetap menjadi rahasia hingga sekarang, sama seperti ketika zaman Soviet.

Selanjutnya, pengakuan Yeltsin tahun 1992 dibalikkan oleh Vladimir Putin setelah dia menjadi penjabat presiden pada tahun 1999. Posisi resmi Rusia sejak saat itu adalah: Uni Soviet tidak pernah memiliki program senjata biologis ofensif dan hanya melakukan penelitian defensif sebagaimana diizinkan oleh BWC.



Simak Video "Melihat dari Udara Kota Borodyanka, Korban Pertempuran Rusia-Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)