Daftar Isi
Kehadiran Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra di Indonesia memicu antusiasme tinggi dari penggemar. Namun, satu hal langsung mencuri perhatian: Poco F8 versi reguler tidak dirilis.
Padahal, model "basic" selama ini menjadi tulang punggung F-series di segmen menengah. Absennya varian tersebut pun menimbulkan tanda tanya besar.
Menjawab spekulasi yang beredar, Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia, menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena melemahnya minat pasar, melainkan bagian dari perubahan strategi jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus Perkuat Segmen Premium
Menurut Novita, Poco kini ingin mempertegas posisinya di kelas premium dan flagship. Strategi ini sudah mulai diuji pada generasi sebelumnya lewat peluncuran Poco F7 Ultra.
"Tahun lalu itu menjadi salah satu dobrakan untuk kami. Kami pertama kalinya memperkenalkan varian Ultra dan melihat bagaimana respons pasar terhadap produk premium Poco," ujar Novita.
Respons pasar yang dinilai positif menjadi landasan bagi Poco untuk melanjutkan fokus tersebut di generasi F8. Karena itu, perusahaan memilih menghadirkan F8 Pro dan F8 Ultra tanpa versi reguler.
Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Menuju Brand True Flagship
Lebih jauh, Poco ingin melampaui citra lama sebagai merek "performa tinggi dengan harga terjangkau". Tahun ini, brand tersebut membidik positioning baru sebagai true flagship brand.
"Kami tidak pernah takut untuk masuk ke market yang lebih luas. Tahun ini, sesuai dengan semangat Fearless, kami ingin fokus ke premium market dan memperkuat posisi Poco sebagai true flagship," jelas Novita.
Langkah ini selaras dengan komitmen Poco untuk menghadirkan inovasi dan spesifikasi tertinggi melalui lini Pro dan Ultra.
Segmen Menengah Tetap Jadi Perhatian
Meski F8 reguler absen, Poco menegaskan tidak meninggalkan segmen menengah. Novita menyebutkan bahwa Poco masih menjangkau berbagai lapisan pasar melalui lini produk lain.
Poco F8 Pro dan F8 Ultra Foto: Adi Fida Rahman/detikinet |
"Kami masih punya F-series, X-series, M-series, dan C-series. Untuk setiap segmen dan kebutuhan, pasti ada smartphone Poco yang sesuai," katanya.
Artinya, kekosongan F-series reguler bukan berarti hilangnya pilihan, melainkan pengalihan fokus ke lini lain yang lebih relevan. Dan terlepas dari perubahan strategi, nilai inti Poco tetap dipertahankan.
"Kami tetap menghadirkan Extreme Performance, Extreme Price. Apapun produk yang kami hadirkan, performa yang diberikan akan selalu sepadan dengan value yang didapatkan konsumen," tutup Novita.
(afr/afr)



