Nama Domain .id Laris Manis Hingga Jadi Juara di Asia Tenggara

ADVERTISEMENT

Nama Domain .id Laris Manis Hingga Jadi Juara di Asia Tenggara

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 29 Jan 2022 17:15 WIB
pandi
Nama Domain .id Laris Manis Hingga Jadi Juara di Asia Tenggara. Foto: Pandi
Jakarta -

Nama domain lokal .id semakin dilirik para pengguna internet. Bahkan, jumlah nama domain yang terdaftar selama 2021 melampaui target.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) memaparkan bahwa hingga 31 Desember 2021, jumlah nama domain .id tercatat mencapai 554.330 nama domain.

Raihan tersebut melampaui target semula Pandi yang di angka 532.213 nama domain. Tren positif ini melanjutkan pertumbuhan domain .id sejak tahun lalu.

Secara detail, 529.241 nama domain .id didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 25.089 nama domain .id yang didaftarkan oleh masyarakat dari mancanegara.

Menariknya, bila berbicara mengenai domain lokal di Asia Tenggara, domain .id mengungguli domain Vietnam .vn. Alhasil, domain .id masih jadi raja domain di wilayah Asia Tenggara.

"Capaian Pandi setahun terakhir ini adalah kita sudah menyalip .vn dan kini kita menjadi juara di Asia Tenggara dari sisi jumlah nama domain terdaftar. Ini menandai peningkatan kehadiran digital Indonesia baik di sisi nasional dan internasional," ujar Ketua Pandi, Yudho Giri Sucahyo dalam keterangannya.

Pandi saat ini terus berupaya untuk membuat domain .id jadi tuan rumah di rumah sendiri, di mana saat ini pangsa pasar Indonesia masih didominasi oleh Generic Top-Level Domain (GTLD).

Pertumbuhan nama domain .id saat ini.Pertumbuhan nama domain .id saat ini. Foto: Pandi


Berdasarkan grafik di atas, bersaing dengan domain .com, pada Desember 2019 Pandi hanya meraih 29% dari pangsa pasar di Indonesia. Namun terjadi perubahan sebesar 7% pada Juli 2021 yang membuat Pandi naik tingkat menjadi 36% dari pangsa pasar di tanah air.

Tak hanya kuantitas, Pandi juga tetap memperhatikan ketahanan nama domain .id dari serangan siber, seperti dengan meningkatkan ketahanan internet RI yang menghadirkan Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX).

Selain itu, peningkatan layanan dan sistem registri mandiri, serta penambahan simpul DNS dalam dan luar negeri terus didorong guna memperkuat ketahanan digital.



Simak Video "Strategi Indonesia Atasi Kesenjangan Digital Dalam Negeri dan Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT