Zyrex Catat Peningkatan Penjualan 132% di Q3 2021

Zyrex Catat Peningkatan Penjualan 132% di Q3 2021

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 27 Okt 2021 18:30 WIB
Zyrex 232 Xtreme
Ilustrasi Zyrex. Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta -

Zyrex mencatatkan peningkatan penjualan selama Q3 2021 sebesar 132% dibanding periode yang sama tahun pada tahun 2020.

Selain penjualannya yang meningkat, laba bersih mereka pun meningkat 34,5% dari Rp 32,2 miliar menjadi Rp 43,4 miliar pada periode yang sama. Menurut Timothy Siddik, Direktur Utama Zyrexindo Mandiri Buana, peningkatan ini terjadi di semua segmen penjualan, baik B2B, B2C, maupun B2G.

"Pertumbuhan kinerja keuangan di kuartal III ini terjadi karena pertumbuhan penjualan dari semua segmen penjualan, baik B2C, B2B, maupun B2G," jelas Timothy dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (27/10/2021).

"Sebagai satu-satunya merek perangkat TIK lokal yang masuk ke dalam ketiga segmen tersebut, Perseroan menikmati pertumbuhan yang signifikan di tahun ini," tambahnya.

Timothy pun menambahkan mereka melihat adanya kebutuhan laptop yang sangat besar untuk pelajar di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 45 juta. Hal itu membuat mereka berfokus menjual produk laptop untuk pelajar lewat berbagai jaringan distribusi yang dimiliki.

"Di segmen B2B, kami mendapatkan pertumbuhan dibandingkan tahun lalu, di mana corporate customer kami mulai dapat kembali melakukan ekspansi, sehingga kami berhasil meningkatkan penjualan perangkat TIK seperti PC Desktop, server, dual monitor, kiosk, digital signage, dsb," jelas Timothy.

"Di segmen B2G, kami turut serta untuk berpartisipasi dalam program digitalisasi pendidikan terbesar yang pernah ada di Indonesia, di mana di bulan September, kami telah menyelesaikan pengiriman sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kemudian, kami akan terus melakukan pengiriman di kuartal IV tahun ini dengan nilai sekitar Rp 200 miliar," tutupnya.

Untuk kuartal terakhir 2021, Zyrex menargetkan penjualan Rp 700 miliar dengan laba bersih Rp 70 miliar. Jika tercapai, maka laba per saham dasar atau earning per share-nya akan mencapai Rp 52. Mereka pun optimis target tersebut bisa tercapai di tiga segmen penjualan, yaitu B2C, B2B, dan B2G.



Simak Video "Sederet Vendor Lokal Digaet Google untuk Produksi Laptop Chromebook"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)