Ini Dia Salah Satu Penyebab Chip untuk HP Langka di Dunia

Krisis Chip Dunia

Ini Dia Salah Satu Penyebab Chip untuk HP Langka di Dunia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 14 Okt 2021 10:46 WIB
Prosesor Snapdragon 845
Ilustrasi chip. Foto: Adi Fida Rachman/detikINET
Jakarta -

Kelangkaan chip global yang terjadi saat ini membuat sebuah komponen bernama 'substrate' naik daun. Komponen ini sebelumnya tak diperhatikan, padahal punya peran besar dalam produksi chip.

Substrat adalah komponen menghubungkan chip dengan papan sirkuit yang membuatnya bisa dipasang di PC, ponsel, ataupun perangkat lain. Substrate sebenarnya relatif simpel, namun sangat vital terhadap operasional chip.

Masalahnya, substrat adalah komponen yang margin keuntungan produksinya kecil, sehingga tak banyak yang tertarik untuk memproduksinya, juga investasi di sektor ini pun terbilang kecil, demikian dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Kamis (14/10/2021).

Masalah itu membuat pasokan substrat jadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan chip global. Karena hanya sedikit perusahaan yang memproduksi komponen ini.

Penyuplai substrat yang dipakai di pembuat chip canggih sangatlah sedikit, dengan pasokan yang terbatas. Bahkan sejumlah spesialis di industri ini menyebut pasokannya selama bertahun-tahun (sebelum pandemi) memang sudah terbatas.

"Saat ini, anda cukup bilang (perusahaannya) memproduksi substrat, dan kamu akan mendapat bisnisnya, ini sangat gila," ujar Nicholas Stukan, chief business development officer di Zhuhai Access Semiconductor, pembuat substrat asal China.

Menurut Stukan saat ini para pembuat chip memohon-mohon pada perusahaannya untuk mendapat pasokan substrat dan bahkan membayar dengan harga lebih tinggi dari harga normal agar bisa memenuhi pesanan konsumennya.

Apa itu substrat?

Substrat adalah komponen yang terbuat dari kabel tembaga tipis dan ditumpuk dengan resin. Komponen ini membantu mentransfer instruksi dari pengguna ke chip dan mengirimkan jawabannya kembali.

Komponen ini diperlukan karena kabel-kabel sangat tipis yang ada di chip tidak bisa disolder langsung ke papan sirkuit. Jadi diperlukan substrat untuk menjembatani komunikasi antara keduanya.

Menariknya, berbeda dengan teknologi super canggih yang diperlukan untuk memproduksi chip dengan teknologi terbaru, produksi substrat membutuhkan alat yang tak terlalu canggih pun proses produksinya juga tidak terlalu sulit.

Karena itulah banyak pembuat chip yang meng-outsource produksi substrat dan berfokus pada proses pembuatan chip yang lebih kompleks dan sulit. Hal ini juga mereka lakukan untuk menjaga agar harga substrat itu tetap rendah.

Sayangnya, hal ini juga membuat para produsen substrat enggan menambah kapasitas produksinya, karena mereka terus-menerus ditekan untuk memasang harga yang murah.

Ditambah lagi, para produsen substrat pernah punya pengalaman buruk terkait menambah kapasitas produksi. Pada 2010, pasar PC diperkirakan tumbuh 20%, yang kemudian membuat para produsen substrat meningkatkan kapasitas produksinya.

Namun saat perangkat seperti ponsel dan tablet naik daun, pasar PC malah turun. Sejak 2012 sampai 2018, pasar PC terus turun, yang membuat kapasitas produksi substrat pun banyak yang menganggur dan menambah biaya bagi para produsen substrat.



Simak Video "Huawei Boyong MateBook D14 dan D15 ke Indonesia, Apa Kelebihannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)