Pasokan Chip Seret, Laptop Jadi Langka?

Krisis Chip Dunia

Pasokan Chip Seret, Laptop Jadi Langka?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 13 Okt 2021 13:15 WIB
Windows 11
Foto: Microsoft
Jakarta -

Pengapalan PC secara global menurut IDC mencapai 86,7 juta unit pada Q3 2021, yang terdiri dari desktop, laptop, dan workstation.

Angka ini meningkat 3,9% dari 2020, dan juga menjadi peningkatan berturut-turut selama enam kuartal sebelumnya. Namun angka ini mulai berubah khusus untuk pasar Amerika Serikat.

"Rantai pasokan yang tercekik dan masalah logistik membuat pasar PC di AS mengalami penurunan pertamanya di kuartal ini sejak pandemi dimulai," ujar Neha Mahajan, analis peneliti senior di IDC.

"Setelah setahun terakselerasi berkat perubahan ke belajar dan bekerja dari jarak jauh, akhirnya ada penurunan pengeluaran untuk PC dan menyebabkan pelemahan di pasar PC AS. Namun, di balik itu ada masalah pasokan yang lebih rendah dibanding permintaan, juga stok barang yang di bawah batas normal," tambahnya.

Baik IDC maupun Canalys sama-sama menyalahkan pasokan komponen yang terhambat akibat pandemi. Masalah pasokan tersebut tak kunjung membaik beberapa bulan belakangan.

"Industri PC terus terganjal oleh masalah pasokan dan logistik dan sayangnya masalah ini tidak membaik beberapa bulan belakangan," ujar Jitesh Ubrani, research manager untuk trackers mobile and consumer device di IDC.

Menariknya, masalah pasokan ini menurutnya berdampak lebih besar untuk laptop dibanding desktop. Pasalnya pertumbuhan pengapalan PC desktop lebih kuat dibanding laptop.

Laporan-laporan ini muncul tak lama setelah Microsoft meresmikan Windows 11, lengkap dengan beberapa perangkat Surface baru. Tentunya pabrikan laptop seperti Asus, Acer, Dell, dan lainnya bakal merilis laptop dengan Windows 11 dalam waktu dekat.

"Kelangkaan komponen ini diperkirakan akan terus terjadi sampai pertengahan pertama 2022," tulis Gartner dalam laporannya.



Simak Video "11 Fitur Baru Windows 11 yang Dirilis Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)