Sebuah studi baru yang dilakukan arkeolog maritim memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana Raja Salomo (Solomon) atau Nabi Sulaiman, memperoleh kekayaannya melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan laut. Ia mungkin konglomerat kapal pertama di dunia kuno.
Raja Salomo, dikenal dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai raja yang sangat kaya dan bijaksana. Tetapi bukti sejarah yang nyata tentang keberadaannya tetap menjadi misteri. Tidak ada prasasti atau sisa bangunan yang secara langsung mengonfirmasi kekayaannya seperti yang diceritakan dalam Kitab Raja-Raja dan Tawarikh.
Nah, penelitian yang dipelopori arkeolog laut asal Inggris, Dr. Sean Kingsley, selama lebih dari satu dekade mengumpulkan bukti arkeologis terkait aktivitas pelayaran di Mediterania yang diduga terkait dengan era Salomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kingsley mengembangkan apa yang dia sebut sebagai 'audit maritim' dari pertanyaan tentang Salomo dengan memperluas pencarian dari Tanah Suci kuno ke pantai Mediterania seperti Spanyol dan Sardinia. Bukti yang ditemukan menunjukkan adanya hubungan perdagangan antara Israel zaman kuno dan para pelaut Fenisia.
"Saya telah menyebarkan jaring yang sangat luas. Studi maritim seperti itu belum pernah dilakukan sebelumnya," ujar Kingsley seperti dikutip dari The Guardian.
Ia juga menjelaskan tantangan studi klasik yang hanya berkutat pada penggalian arkeologi di Yerusalem. "Selama 100 tahun, para arkeolog telah mengamati tanah suci Yerusalem, kota yang paling banyak digali di dunia. Tidak ada yang cocok secara definitif dengan kisah epik tentang istana dan kuil Salomo," tambahnya.
Taman pertambangan Rio Tinto di Huelva, Spanyol. Catatan kuno mengungkapkan bahwa perak yang ditambang di sini berasal dari tempat yang disebut 'Bukit Salomo'. Foto: Gabriel Solera via The Guardian |
Temuan Studi
Dalam penelusurannya mengunjungi kota pelabuhan Andalusia dari Mezquitilla hingga MΓ‘laga, ia dan timnya menemukan 'pantai Fenisia' yang menunjukkan adanya aktivitas perdagangan kuat di Mediterania barat. Di lokasi tambang kuno Rio Tinto di dekat Huelva, dia menemukan alat-alat tambang kuno dan jejak timah serta perak, dan analisis isotop menunjukkan bahwa harta yang ditemukan di Israel mungkin berasal dari wilayah tersebut.
Temuan ini mengarah pada interpretasi bahwa rute laut jauh mungkin telah menjadi jalur penting untuk mendulang kekayaan yang kemudian terasosiasi dengan Kerajaan Salomo, terutama dengan negeri yang dalam tradisi alkitabiah dikenal sebagai Tarshish, tempat asal banyak logam berharga.
Meskipun belum ada bukti langsung yang mengonfirmasi peran Salomo sebagai taipan kapal laut, pendekatan arkeologis yang lebih luas ini menunjukkan bahwa perdagangan dan pelayaran mungkin memainkan peran penting dalam akumulasi kekayaannya.
Studi ini membuka diskusi baru tentang bagaimana hubungan antara Kerajaan Israel dengan pelaut Fenisia dan wilayah perdagangan jauh dapat dipahami dalam konteks sejarah yang lebih luas.
(rns/rns)
