Sosok Nadiem Makarim dan William Tanuwijaya di Balik Gojek-Tokopedia

Sosok Nadiem Makarim dan William Tanuwijaya di Balik Gojek-Tokopedia

Tim - detikInet
Senin, 17 Mei 2021 15:28 WIB
GoTo
Gojek dan Tokopedia merger menjadi GoTo. Foto: Gojek
Jakarta -

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi dan Michelangelo Moran pada tahun 2010. Sedangkan Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya serta Leontinus Alpha Edison di tahun 2009.

Dari sosok-sosok itu, yang menonjol tentu Nadiem Makarim dan William Tanuwijaya sebagai CEO pertama dan wajah kedua perusahaan, sebelum saat ini bergabung menjadi GoTo. Berikut profil singkat keduanya:

Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim lahir pada 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Sang ayah adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka, sedangkan ibunya bekerja sebagai penulis lepas.

"Saya SD di Indonesia, rumah selalu di Jakarta, background saya ibu lahir Pasuruan, ayah saya Pekalongan," ujar Nadiem kepada detikcom belum lama ini.

Sang ayah yang juga salah satu pendiri kantor hukum Makarim & Taira Sjuga, lahir dari orang tua berbeda budaya, Minang dan Arab. Sementara ibunya adalah putri Hamid Algadri, keturunan Pasuruan-Arab.

Yang menarik, kakeknya dari sang ibu adalah seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia yang berjasa dalam perundingan Linggarjati, perundingan Renville, KMB, dan salah satu anggota parlemen pada masa awal berdirinya Negara Republik Indonesia.

"Tapi dari bapak saya itu dari Bukittinggi, jadi saya ada Sumatera, Madura-nya, ada Jawa Timur, ada Jawa Tengah, terus campuran Arab," ungkapnya.

Nadiem SD hingga SLTA pindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Usai tamat SMA, ia mengambil jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat, dilanjutkan menempuh pasca sarjana dengan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

"Karena saya punya perspektif sekolah di luar negeri, saya bisa balik lalu melihat hal-hal dengan lensa yang baru," tutur sang pendiri Gojek.

Tidak langsung fokus merintis Go-Jek, pada 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia sebagai Managing Director.

Setelah keluar dari Zalora, Nadiem kemudian menjabat Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek. Pada tahun 2015, Gojek melepas aplikasi sendiri yang membuatnya meraksasa. Adapun Nadiem kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sehingga tidak lagi aktif mengurus Gojek.

Halaman selanjutnya: William Tanuwijaya...