Bikin Toko Online, Imigran Korea Ini Raup Rp 109 Triliun

Bikin Toko Online, Imigran Korea Ini Raup Rp 109 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 27 Mar 2021 20:45 WIB
Bom Kim Coupang
Bom Kim. Foto: Coupang
Jakarta -

Imigran asal Korea Selatan ini kaya mendadak berkat kesuksesan toko online hasil gagasannya. Menurut estimasi Forbes, hartanya USD 7,6 miliar atau lebih dari Rp 109 triliun. Namanya Bom Kim.

Bom Kim lahir di Seoul pada tahun 1978, tapi meninggalkan Korsel bersama keluarganya di umur 7 tahun dan pindah ke Amerika Serikat. Saat ini, dia sudah berkebangsaan AS.

Kim diterima kuliah di kampus elit, Harvard, namun cuma bertahan 6 bulan dan dropout. Ia lalu kembali ke Korsel dan mendirikan toko online Coupang pada tahun 2010, namun tetap berkebangsaan AS dan sering balik ke sana.

Toko onlineCoupang berkembang pesat dan menerima pendanaan USD 3,8 miliar dari beberapa investor termasuk Sequoia Capital dan Softbank yang memiliki sekitar sepertiga dari saham Coupang. Coupang menjelma jadi perusahaan e-commerce terbesar di negeri Ginseng.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 10 ribu karyawan tidak hanya di Seoul, tapi juga Shanghai, Beijing, Los Angeles, Seattle dan Silicon Valley.

Baru-bar ini, Coupang IPO atau berjualan saham perdana di New York Stock Exchange. Mereka berhasil mengumpulkan USD 4,55 miliar, merupakan debut kedua terbesar perusahaan Asia di NYSE setelah Alibaba.

Kim yang memegang saham Coupang pun kaya mendadak dengan harta USD 7,6 miliar kini dimilikinya. Memang inovasinya di Coupang memikat konsumen dan membuat toko online ini maju pesat.

Coupang yang sering dijuluki sebagai Amazon dari Korea ini bisa mengantar barang dengan amat cepat dan biayanya pun murah. Bahkan bisa dikirim di hari yang sama.

Korsel sendiri menempati ranking 7 dunia soal pasar e-commerce terbesar. Itu pula yang meyakinkan banyak investor bahwa toko online Coupang yang dinakhodai Kim bakal makin berkembang di masa depan.



Simak Video "Bungkus Kosong BTS Meal Berseliweran di E-Commerce"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)