Wow, Ekonomi Internet Indonesia Tembus Rp 624 Triliun di 2020

Wow, Ekonomi Internet Indonesia Tembus Rp 624 Triliun di 2020

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 24 Nov 2020 13:13 WIB
Ilustrasi smartphone
Ilustrasi. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Tahun 2020 menyajikan cukup banyak tantangan bagi pebisnis karena pandemi Corona yang sejauh ini belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Akan tetapi ekonomi internet di Indonesia mampu mencatatkan angka dan pertumbuhan positif walau tidak merata di semua sektor.

Penelitian e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, di tengah banyaknya tantangan pada tahun 2020, ekonomi internet di Indonesia akan mencapai USD 44 miliar atau Rp 624 triliun pada tahun ini dan diharapkan akan bertumbuh hingga USD 124 miliar di tahun 2025.

"Di Asia Tenggara, Indonesia tetap negara digital economy paling besar dan growth rate masih 11%, double digit, walaupun sedang masa pandemi, di angka USD 44 miliar," sebut Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia dalam temu media, Selasa (24/11/2020).

Ekonomi internet IndonesiaEkonomi internet Indonesia. Foto: Google

Lebih lanjut, masa pandemi membuat orang banyak berdiam diri di rumah dan menghindari kerumunan atau kontak fisik, yang berdampak pada ekonomi internet. Maka di tahun 2020, ada 37% pengguna baru layanan digital di Indonesia. Berdasarkan wilayah, 44% berasal dari perkotaan dan 56% dari non perkotaan.

"Telah terjadi akselerasi digital, di mana 93% dari para pengguna baru ini punya intensi untuk terus memakai layanan digital setelah pandemi Corona selesai," papar Jusuf.

Salah satu sektor ekonomi internet yang tumbuh amat pesat di masa pandemi adalah e-commerce, naik 54% ke angka USD 32 miliar. Bisa ditebak, ini lantaran banyak orang memilih belanja online daripada fisik untuk alasan kesehatan.

Namun demikian sektor online travel termasuk layanan perjalanan online, yaitu pemesanan liburan, hotel, dan penerbangan di Indonesia mengalami penurunan drastis jika dibanding tahun sebelumnya. Nilainya anjlok 68% jadi USD 3 miliar. Namun usai pandemi, pertumbuhan diprediksi kembali melesat dengan perkiraan nilai USD 15 miliar di 2025.

Sementara sektor online media ketiban berkah, misalnya di layanan gaming atau streaming dengan nilai USD 4,4 miliar, naik 24% dibanding tahun sebelumnya sehingga menyumbang pertumbuhan ke ekonomi internet Indonesia.

Halaman selanjutnya: bidang ekonomi internet yang berkembang...