Terus Dapat Guyuran Dana, e-Commerce Lokal Kapan IPO?

Terus Dapat Guyuran Dana, e-Commerce Lokal Kapan IPO?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 20:47 WIB
Belanja online
Terus Dapat Guyuran Dana, e-Commerce Lokal Kapan IPO? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Startup dan platform e-commerce lokal belakangan ini banyak mendapat suntikan dana dari perusahaan raksasa global. Sebut saja Tokopedia yang diguyur dana segar dari Google dan Bukalapak yang mendapatkan pendanaan dari Microsoft.

Setelah mendapatkan beberapa seri pendanaan, startup pasti mulai dibayang-bayangi untuk melakukan initial public offering (IPO). Apalagi jika statusnya sudah unicorn seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Tapi menurut pengamat teknologi dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi untuk saat ini platform lebih memilih untuk mencari pendanaan dari investor.

"Platform lebih suka pendanaan berseri. Lebih mudah didapat dan secara administratif tidak ribet, beda dengan IPO," kata Heru saat dihubungi detikINET, Selasa (17/11/2020).

"Sebelum IPO banyak yang harus dikerjakan dan termasuk setelah IPO, terutama soal keterbukaan informasi dan penjelasan aset-aset," imbuhnya.

Menurut Heru, bisnis model platform digital seperti e-commerce berbeda dengan bisnis tradisional. Kondisi ekonomi dan politik yang mudah berubah juga bisa mengubah sentimen publik terhadap sebuah layanan dan bisa mempengaruhi nilai perusahaan di bursa.

"Bisa tiba-tiba pengguna uninstall aplikasi dan jumlah pengguna berkurang. Seperti yang terjadi jelang Pilpres lalu ada gerakan uninstall layanan tertentu," jelas Heru.

Tapi, Heru menambahkan, bukan berarti platform e-commerce akan terus mengandalkan pendanaan dari investor. Jika dana segar dari investor mulai mentok, IPO bisa menjadi jalan keluar bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan baru.

Keputusan perusahaan untuk IPO juga tergantung situasi dan kondisi pasar. Misalnya di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, platform e-commerce tentu lebih berhati-hati.

"Hanya biasanya IPO juga akan lihat waktu. Dan masa pandemi ini sulit diprediksi mengingat masyarakat juga baru masuk fase resesi di mana banyak kalangan menahan uangnya dan daya beli akan menurun," pungkasnya.



Simak Video "Google Tanam Investasi di Ladang Tokopedia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)