Lagi, Apple Caplok Startup AI

Lagi, Apple Caplok Startup AI

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 29 Okt 2020 12:55 WIB
NEW YORK, NY - JULY 23: The Apple logo hangs in front of an Apple store on July 23, 2013 in New York City. Apple is due to report third-quarter earnings after the markets close Tuesday. Apple, the California based technology company, has watched its stock sink to $427.68 a share from an all-time high of $702 last September. The company is under pressure to release a new blockbuster product.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Lagi, Apple Caplok Startup AI. Foto: GettyImages/Spencer Platt
Jakarta -

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memang digadang-gadang akan menjadi masa depan. Tak heran, perusahaan teknologi sudah gencar mengembangkannya, termasuk Apple yang lagi-lagi mencaplok startup di bidang AI.

Apple mengakuisisi startup video AI 'Vilynx Inc'. Perusahaan yang berbasis di Barcelona, Spanyol tersebut punya spesialisasi dalam kecerdasan buatan canggih dan teknologi visi komputer.

Dikutip dari Bloomberg, Vilynx telah mengembangkan teknologi yang dapat menganalisis video dan menghasilkan tag cerdas untuk mendeskripsikan kontennya.

Vilynx membangun AI Brain yang paling kuat untuk menghubungkan orang-orang dengan konten yang relevan bagi mereka. Startup ini memanfaatkan machine learning dan teknologi deep learning untuk membuat konten lebih pintar dan bekerja lebih keras untuk publishernya.

"Teknologi mesin rekomendasi dan preview video unik kami yang unik membantu meningkatkan penayangan video online hingga 125% dan membantu mendorong waktu keterlibatan dengan konten lebih lama," kata Vilynx.

"Kami juga secara otomatis menambahkan tag pintar ke konten video yang memberikan peningkatan pencarian dan kemampuan untuk menemukan semua konten. Dengan gabungan semuanya, Vilynx memungkinkan cara terbaik untuk mempersonalisasi konten untuk semua orang," tambah mereka.

Sumber yang mengetahui kesepakatan ini menyebutkan, akuisisi Vilynx oleh Apple bernilai sekitar USD 50 juta, dan Apple mengonfirmasi akuisisi tersebut namun seperti biasa tanpa disertai informasi lebih lanjut.

"Apple membeli perusahaan teknologi yang lebih kecil dari waktu ke waktu dan kami biasanya tidak membahas tujuan atau rencana kami," demikian pernyataan juru bicara Apple.

Sejumlah pengamat di industri ini memperkirakan Apple akan memanfaatkan akuisisi ini untuk membuat video di rol kamera pada perangkat buatannya dapat mudah dicari.

Sekitar 50 engineer dan data scientist dari Vilynx akan tetap berada di Apple, termasuk salah satu pendiri dan CTO Elisenda Bou-Balust. Selain itu, Apple akan mempertahankan kantor Vilynx di Barcelona dan mengubahnya menjadi pusat penelitian dan pengembangan AI.

Ini bukan pertama kalinya Apple mencaplok startup yang bergerak di bidang AI. Tahun lalu, Apple membeli startup bernama PullString asal San Fransisco, AS yang memiliki spesialisasi dalam mengembangkan kecerdasan buatan.

Di tahun ini pun, selain Vilynx, Apple juga membeli Inductiv, startup yang berlokasi di Waterloo, Ontario, Kanada yang mengembangkan AI untuk mengoreksi data yang akan meningkatkan machine learning.



Simak Video "Kenalin Apple Music TV: Acara Musik 24 Jam Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)