Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Snapdragon X2 Plus Menang Lawan AMD dan Intel, Kalau Apple M4?

Snapdragon X2 Plus Menang Lawan AMD dan Intel, Kalau Apple M4?


Anggoro Suryo - detikInet

Qualcomm Snapdragon X2 Plus
Foto: Dok. Qualcomm
Jakarta -

Qualcomm resmi memperkenalkan prosesor Snapdragon X2 Plus untuk laptop Windows di ajang CES 2026 dengan klaim performa lebih kencang dan efisiensi daya lebih baik dibandingkan prosesor Intel dan AMD.

Namun, hasil pengujian sintetis terbaru menunjukkan gambaran yang lebih berimbang, sekaligus menyoroti batas kemampuan chip anyar tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (13/1/2026).

PC Magazine menguji Snapdragon X2 Plus melawan sejumlah prosesor yang setara di kelasnya, termasuk Intel Core Ultra 7 268V, Core Ultra 9 285H, Ryzen AI 9 HX Pro 375, Ryzen AI Max+ Pro 395, serta Apple M4 yang digunakan pada MacBook Pro 14 inci keluaran 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dari hasil pengujian tersebut, Snapdragon X2 Plus terlihat mampu bersaing dengan prosesor x86 terbaru, tetapi masih tertinggal dari chip Apple di sebagian besar pengujian.

Dalam uji Cinebench 2024 single-core, Snapdragon X2 Plus dengan konfigurasi 10 core berhasil mengungguli Core Ultra 7 268V, Core Ultra 9 285H, serta Ryzen AI 9 HX Pro 375. Namun, performanya masih kalah dari Ryzen AI Max+ Pro 395 dan Apple M4. Pada pengujian multi-core, X2 Plus tertinggal dari Core Ultra 9 285H dan Ryzen AI Max+ Pro 395, tetapi sedikit unggul dari Apple M4.

Hasil serupa terlihat di Geekbench 6 Pro. Snapdragon X2 Plus mencatat skor single-core 3.311, mengalahkan seluruh prosesor Intel dan AMD yang diuji, meski tetap berada di bawah Apple M4. Di sisi lain, pada pengujian multi-thread, X2 Plus kembali tertinggal dari Core Ultra 9 285H, Ryzen AI Max+ Pro 395, serta chip M4.

Pengujian grafis menunjukkan tantangan yang lebih besar. Dalam benchmark 3DMark Steel Nomad Light dan Solar Bay, performa GPU Snapdragon X2 Plus berada di bawah seluruh pesaingnya, baik dari Intel, AMD, maupun Apple. Hal ini menegaskan bahwa kekuatan grafis masih menjadi titik lemah platform Windows berbasis Arm.

Meski demikian, Snapdragon X2 Plus menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya. Dalam sebagian besar pengujian, performanya tercatat 15 hingga 50 persen lebih tinggi dibanding Snapdragon X Elite, menandakan kemajuan nyata dari generasi sebelumnya.

Perlu dicatat, pengujian Snapdragon X2 Plus dilakukan menggunakan platform referensi, sementara prosesor lain diuji pada perangkat komersial. Faktor seperti sistem pendingin, batas daya, konfigurasi memori, hingga penyimpanan dapat mempengaruhi hasil akhir.




(asj/asj)





Hide Ads