Qualcomm resmi melengkapi lini prosesor Snapdragon X2 untuk laptop Windows on Arm dengan menghadirkan Snapdragon X2 Plus. Chip ini menjadi versi lebih terjangkau, menyusul peluncuran Snapdragon X2 Elite dan X2 Elite Extreme yang diumumkan pada September lalu.
Snapdragon X2 Plus diposisikan sebagai penerus Snapdragon X Plus generasi sebelumnya. Prosesor ini menggunakan CPU Oryon generasi ketiga dan diproduksi dengan fabrikasi 3nm. Qualcomm menawarkannya dalam dua varian, yakni versi 10-core dan 6-core, untuk menyasar segmen laptop yang lebih luas.
Varian 10-core memiliki total cache sebesar 34MB dengan kecepatan maksimum hingga 4GHz dalam mode multi-thread. Sementara versi 6-core dibekali cache 22MB, dengan frekuensi maksimum yang sama, yaitu 4GHz, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski jumlah inti berbeda, keduanya sama-sama mengandalkan GPU X2-45, dengan perbedaan kecepatan clock. Pada model 10-core, GPU dapat berjalan hingga 1,7GHz, sedangkan versi 6-core dibatasi di 900MHz.
Di sektor AI, Snapdragon X2 Plus dibekali NPU 80 TOPS, yang diklaim Qualcomm sebagai yang tercepat di kelas laptop saat ini. NPU ini dirancang untuk mendukung berbagai fitur kecerdasan buatan secara lokal, sejalan dengan tren PC AI yang semakin menguat di ekosistem Windows.
Qualcomm juga menjanjikan efisiensi daya yang signifikan. Snapdragon X2 Plus diklaim mampu menghadirkan performa single-core hingga 35% lebih cepat dibanding Snapdragon X Plus, sekaligus menghemat konsumsi daya hingga 43%. Perusahaan ini juga menegaskan performa tidak akan turun saat laptop digunakan dalam mode baterai, serta menawarkan potensi daya tahan baterai hingga beberapa hari, tergantung kapasitas baterai yang dipasang oleh masing-masing produsen.
Dari sisi konektivitas, Snapdragon X2 Plus sudah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, serta opsi 5G. Chip ini juga mendukung RAM LPDDR5X dengan kapasitas hingga 128GB, menjadikannya cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari produktivitas hingga komputasi berbasis AI.
Qualcomm menyebut laptop pertama yang menggunakan Snapdragon X2 Plus dijadwalkan meluncur ke pasar pada akhir Juni. Kehadiran chip ini diharapkan dapat menekan harga laptop Windows on Arm, sekaligus memperluas adopsi platform tersebut di pasar global.
(asj/asj)