Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ada Gerhana Bulan Total Blood Moon 3 Maret, Terakhir Sebelum 2029

Ada Gerhana Bulan Total Blood Moon 3 Maret, Terakhir Sebelum 2029


Rachmatunnisa - detikInet

Foto kolase penampakan fenomena fase gerhana bulan total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang dari Kota Mataram, Lombok mulai pukul 23.26 WITA sampai pukul 03.56 WITA.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Jakarta -

Fenomena astronomi langka gerhana Bulan total akan terjadi pada 2-3 Maret 2026. Pada peristiwa ini, Bulan Purnama akan sepenuhnya memasuki bayangan Bumi dan tampak berwarna merah, sehingga dikenal sebagai Blood Moon atau Bulan Berdarah.

Dikutip dari EarthSky.org, gerhana ini merupakan bagian dari siklus Saros 133, yakni rangkaian gerhana yang berulang secara berkala. Gerhana Bulan total terjadi ketika Bumi, Matahari, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sempurna, sehingga bayangan inti Bumi (umbra) menutupi seluruh permukaan Bulan.

Saat berada di dalam umbra, Bulan tidak menghilang sepenuhnya, melainkan tampak memerah. Warna tersebut muncul akibat cahaya Matahari yang dibelokkan oleh atmosfer Bumi, lalu mencapai permukaan Bulan dengan spektrum cahaya merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena ini istimewa karena fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya. Selain itu, gerhana 2-3 Maret 2026 menjadi gerhana Bulan total terakhir hingga 31 Desember 2028, atau yang terakhir sebelum tahun 2029.

Artinya, setelah Maret 2026, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi. Bagi umat Muslim, gerhana ini juga bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan salat gerhana di bulan suci.

ADVERTISEMENT

Waktu dan Visibilitas

  • Gerhana mulai terlihat saat Bulan memasuki bayangan Bumi pada 2-3 Maret 2026.
  • Fase gerhana total (totalitas) diperkirakan berlangsung sekitar 58-59 menit, ketika Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra.

Gerhana Bulan total ini dapat diamati dari berbagai wilayah dunia, tergantung waktu setempat:

  • Asia Timur, Australia, dan Selandia Baru dapat menyaksikan fase terbesar gerhana saat Bulan berada tinggi di langit malam
  • Amerika Utara dan wilayah Pasifik berpeluang melihat hampir seluruh tahapan gerhana saat Bulan mendekati ufuk
  • Di beberapa wilayah lain, gerhana hanya terlihat sebagian, bergantung pada waktu terbit atau terbenam Bulan.

Terlihat dari Indonesia

Seluruh wilayah Indonesia berpeluang menyaksikan gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026, selama kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal. Namun, pengalaman visual dapat berbeda di tiap daerah karena waktu terbit Bulan tidak sama.

Gerhana Bulan total aman diamati tanpa alat pelindung mata, sehingga dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang. Meski begitu, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu melihat detail warna serta kontur permukaan Bulan dengan lebih jelas.




(rns/rns)





Hide Ads