Seiring dengan masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyerukan agar Indonesia tidak hanya sebatas sebagai konsumen saja.
Meutya menjelaskan sekitar 230 juta dari 278 penduduk RI sudah terhubung ke ruang digital. Data tersebut tidak hanya besar di kawasan Asia Tenggara, tapi sudah termasuk terbesar juga di dunia.
"Jadi, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi yang kuat, yang perlu kita pastikan adalah kalau saat ini memang kita disebutnya one of the biggest digital market saja. Ke depan kita tidak ingin hanya dibilang one the biggest digital market, tapi kita juga ingin one of the biggest digital creator in the world. Sepakat?," ujar Meutya dalam sambutan peluncuran aplikasi Sahabat AI di Perpustakaan Jakarta, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Sahabat AI, platform AI open source yang diklaim paling mengerti Indonesia. Platform ini mengandalkan teknologi dari Nvidia.
Sahabat AI yang tersedia dalam format aplikasi Android dan iOS disebut akan berperan dalam menurunkan hambatan adopsi AI di Indonesia. Platform ini menghadirkan kemampuan multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam dalam satu antarmuka terpadu.
Integrasi tersebut membuka akses yang lebih luas bagi pelajar, kreator, profesional, hingga pengguna sehari-hari untuk memanfaatkan AI secara praktis, relevan, dan semakin dekat dengan kebutuhan mereka.
"Akan seberapa pintar dia tentu akan bergantung sekali dengan kita semua, karena tentu Sahabat AI akan banyak sekali pengambilan dan data-data yang kita masukkan, dan ini kenapa sovereign AI menjadi penting," jelasnya.
Lebih lanjut, Meutya mengatakan keberadaan platform large language model (LLM) Sahabat AI ini menjadi batu loncatan. Peran generasi muda didorong untuk menggunakan dan memanfaatkan Sahabat AI.
"Sepintar apapun Jensen (Huang), dia nggak bisa platform ini pintar kalau teman-teman tidak mengisinya dan menggunakannya dengan skala yang cukup besar," pungkasnya.
(agt/agt)

