Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ekosistem Windows on Arm Makin Matang: Siap Bersaing dengan Mac

Ekosistem Windows on Arm Makin Matang: Siap Bersaing dengan Mac


Anggoro Suryo - detikInet

NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Setelah bertahun-tahun jadi bahan eksperimen, Windows on Arm akhirnya menunjukkan kematangan. Sejak 2024, kehadiran chip Qualcomm Snapdragon X mengubah persepsi banyak orang terhadap laptop Windows berbasis Arm.

Performa yang stabil, daya tahan baterai sangat panjang, dan efisiensi daya tinggi membuatnya menjadi alternatif serius bagi laptop x86 konvensional, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/1/2026).

Meski begitu, masalah kompatibilitas aplikasi sempat menjadi ganjalan terbesar. Banyak aplikasi profesional belum tersedia secara native, sementara gaming--salah satu kekuatan utama Windows--nyaris tak bisa dinikmati. Namun sepanjang 2025, situasinya berubah drastis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah aplikasi kreatif utama kini sudah berjalan native atau stabil lewat emulasi Prism. Adobe Premiere Pro telah mendukung Arm secara langsung, sementara Lightroom Classic bisa digunakan dengan baik lewat emulasi, bahkan di chip Snapdragon X Plus kelas menengah. Ini menjadi lompatan besar dibanding generasi Windows on Arm sebelumnya yang sering terasa setengah jadi.

ADVERTISEMENT

Perbaikan juga terjadi di sektor gaming. Dukungan emulator kini mencakup instruksi AVX dan AVX2, membuka jalan bagi lebih banyak game x86. Qualcomm turut menghadirkan Snapdragon Control Panel untuk pembaruan driver grafis yang lebih cepat, menyerupai pendekatan Nvidia dan AMD. Dukungan Easy Anti-Cheat dari Epic serta kemampuan instalasi game lokal lewat aplikasi Xbox di Windows 11 ikut memperluas kompatibilitas.

Dengan kondisi tersebut, Windows on Arm kini sudah bisa direkomendasikan untuk penggunaan harian, produktivitas, dan pekerjaan kreatif ringan. Selama pengguna tidak bergantung pada aplikasi khusus yang belum kompatibel, pengalaman pakainya sudah cukup aman. Gaming berat tetap lebih cocok di laptop x86 dengan GPU diskrit, namun jaraknya dengan Arm kian menyempit.

Keunggulan utama Snapdragon X masih terletak pada daya tahan baterai dan standby time yang jauh melampaui generasi Windows laptop sebelumnya. Meski demikian, dominasi Qualcomm tak sepenuhnya mutlak. Intel lewat Lunar Lake dan AMD dengan Strix Point membuktikan bahwa arsitektur x86 masih mampu bersaing dalam efisiensi dan performa.

Persaingan diprediksi makin panas pada 2026 dengan hadirnya Snapdragon X2, Intel Panther Lake, serta chip AMD generasi baru. Bahkan Nvidia dirumorkan ikut meramaikan pasar Arm dengan fokus grafis.

Windows on Arm menjalani tahun yang positif. Ekosistemnya semakin matang dan relevan. Namun ke depan, tantangannya bukan hanya soal chip, melainkan bagaimana Windows mempertahankan kepercayaan pengguna di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung.




(asj/asj)





Hide Ads