Jutawan Teknologi Makin Kaya, yang Miskin Makin Miskin

Jutawan Teknologi Makin Kaya, yang Miskin Makin Miskin

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 30 Sep 2020 05:21 WIB
Poster
Pandemi COVID-19 membuat perekonomian global terkena dampaknya. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh signifikan pada perekonomian masyarakat. Yang kaya seperti bos Amazon, Jeff Bezos akan makin kaya, yang miskin malah bertambah.

Bank Dunia (World Bank) memprediksi akan ada tambahan sebanyak 38 juta masyarakat di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang jatuh dalam kemiskinan karena virus corona. Sangat kontras jika dibandingkan dengan kekayaan manusia-manusia 'sultan' yang bertambah USD 637 miliar (Rp 9.514 triliun) selama pandemi.

Ini bukan pertama kalinya miliarder mendapatkan keuntungan sementara sebagian besar orang dilanda kerugian. Ketika terjadi krisis pada tahun 2007, harga rumah turun 21% dan sekitar 3,1 juta rumah disita di Amerika Serikat. Pasar saham anjlok lebih dari 50%. Pada akhir 2009, 8,8 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan. Dari tahun 2009 hingga 2012, pendapatan dari 99% terbawah tumbuh hanya 0,4%, tetapi pendapatan dari 1% teratas tumbuh sebesar 31,4% secara mengejutkan dalam rentang waktu yang sama.

Mengutip Business Insider, Rabu (30/9/2020) begitu juga pada pandemi COVID-19. Pada tanggal 4 Juni, kekayaan tujuh orang terkaya di dunia meningkat lebih dari 50%. Sebagian dari mereka adalah para jutawan teknologi.

World Bank pun menyatakan perusahaan-perusahaan besar dinilai lebih mampu pulih lebih cepat daripada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang lebih rentan terhadap krisis. Ini dikarenakan tidak semuanya mampu beradaptasi dengan menggunakan platform digital.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan baru 13% UMKM yang masuk ke perekonomian digital dari 24 juta UMKM yang berada di bawah pengawasannya dengan anggaran di bawah Rp 1 triliun.

"Sering saya sampaikan UMKM yang terhubung ke ekonomi digital baru 13%, saya baru dapet update sekarang sudah lebih dari 9 juta UMKM (yang tergabung -- red). Akhir 2020, target kita kayaknya terlampaui," ucapnya.

Teten pun mengungkapkan perekonomian Indonesia kini berada di tangan UMKM-UMKM yang ada di Indonesia. Dengan adanya transformasi digital diharapkan UMKM bisa naik kelas.

Jangan sampai 'yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin' terjadi ya detikers, kita harus saling bahu membahu memulihkan perekonomian bangsa ini.



Simak Video "Saham Tesla Melejit, Elon Musk Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)