Digitalisasi Tingkatkan Ekonomi UMKM dan Mitra Gojek

Digitalisasi Tingkatkan Ekonomi UMKM dan Mitra Gojek

Inkana Putri - detikInet
Senin, 03 Agu 2020 18:56 WIB
Gojek
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Digitalisasi Gojek terhadap ekosistem ekonomi berdampak pada keuangan para mitra driver dan UMKM. Hal ini tertulis dalam hasil riset Lembaga Demografi (LD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang disampaikan dalam webinar 'Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19'.

Berdasarkan hasil riset tersebut, tercatat adanya peningkatan terhadap para mitra Gojek yakni, UMKM Go Food, UMKM GoPay, social seller GoSend, GoRide, dan GoCar. Untuk mitra driver Go Ride, Gojek berkontribusi dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan para mitra.

"Sebelum dan saat pandemi, gojek telah mendorong keuangan inklusif yang didorong adalah pendapatan yang ditabung, pendapatan rekeningnya makin banyak, sehingga bisa kita lihat bahwa kepemilikan rekening kemudian produk keuangan membuat kapasitas dari mitra driver meningkat," ujar Wakil LD FEB UI Paksi Walandouw dalam webinar tersebut, Senin (3/8/2020).

Dari sisi mitra driver GoRide, sebanyak 16% mitra membuka rekening tabungan dan 13% mitra mengaku memiliki kartu debit setelah bergabung di Gojek. Selain itu, Gojek juga meningkatkan literasi keuangan digital yakni, sebanyak 24% mitra mengaku menggunakan internet banking dan 22% mitra menggunakan e-money setelah bergabung Gojek.

Paksi juga mengatakan selama bergabung Gojek, sebanyak 70% mitra driver GoRide menabung secara rutin dan rata-rata menabung sebanyak 15% dari pendapatan mereka. Sementara, untuk mitra driver GoCar, sebanyak 50% mitra rutin menabung saat bergabung Gojek dan rata-rata menabung 13% dari pendapatan per bulan.

"Meningkatnya cukup banyak kalau di GoRide rata-rata tabungannya bisa Rp 430.000 per bulan dan di GoCar bisa Rp 637.000 per bulan, di mana itu bisa digunakan untuk bertahan, contohnya di masa pandemi ini," katanya.

Lebih lanjut, Paksi menjelaskan digitalisasi juga berdampak terhadap mitra UMKM GoFood. Berdasarkan hasil riset, sebanyak 90% mitra UMKM mengaku go online dan 78% mitra menerima pembayaran nontunai pertama kali saat bergabung di GoFood. Sehingga berdampak terhadap omzet UMKM yang meningkat sebesar 31%. Hal yang sama juga terjadi terhadap mitra UMKM GoPay yang omzetnya meningkat sebanyak 14% setelah menerima pembayaran melalui GoPay.

"GoFood ini sebelum dan setelah pandemi sangat membantu bagi UMKM untuk masuk, setelah masuk omzetnya bertambah, pembayaran elektronik jadi lebih mudah, dan baik tenaga kerja juga ikut tumbuh," katanya.

"UMKM GoPay omzetnya meningkat 14 persen karena menerima pembayaran non tunai, lalu 74% (mitra) mengalami peningkatan transaksi, 46% mitra mengalami kenaikan volume transaksi, dan 74% (mitra) mendapatkan pelanggan baru," imbuhnya.

Di sisi lain, social sellers GoSend baik di dalam kota maupun luar kota sangat terbantu dengan adanya layanan Go Send. Hal ini terlihat dari jumlah mitra yang mengalami peningkatan omzet sebesar 21%, 56% mitra mengalami peningkatan volume transaksi, dan 53% mitra mengaku mendapat pelanggan baru.

"Jadi, ini jelas memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas dari UMKM," katanya.

Paksi juga mengatakan, digitalisasi mitra Gojek tidak hanya berdampak terhadap UMKM di dalam ekosistem digital Gojek saja melainkan di luar ekosistem. Paksi memaparkan, sebanyak 84% UMKM di luar ekosistem juga mendapatkan manfaat dengan adanya Gojek, dan mengalami peningkatan omzet sebesar 14%.

"Karena kita banyak kegiatan baik mitra driver maupun UMKM maka UMKM lainnya yang tidak dalam ekosistem seperti bengkel atau pasar juga meningkat. Jadi, kita tidak hanya melihat ekosistem, tapi juga di luar ekosistem," pungkasnya.

(prf/fay)