Kamis, 17 Okt 2019 22:29 WIB

Utangnya Rp 28 Triliun, Pendiri Vendor Ponsel Ini Bangkrut

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jia Yueting. Foto: LeEco Jia Yueting. Foto: LeEco
Jakarta - Jia Yueting pernah mentereng namanya saat perusahaan teknologi yang ia dirikan, LeEco, cukup jaya. Sekarang ia benar-benar jatuh, bahkan baru saja menyatakan kebangkrutan.

LeEco didirikan Jia pada 2011 dan sangat agresif berbisnis. Mereka membuat mobil listrik, sepeda, ponsel, video streaming dan masih ada yang lainnya. Tapi pada tahun 2016, LeEco mulai terengah-engah karena kehabisan uang.

Jia pun terkena dampak buruk dan dikejar-kejar pemerintah China karena utang perusahaannya menggunung. Ia pindah ke Amerika Serikat dan jadi 'buron'. Jia berkilah harus tinggal di AS untuk mengurus Faraday & Future, startup yang mengembangkan mobil listrik.


Nasib malangnya belum berhenti. Jia baru saja mengajukan kebangkrutan Chapter 11 di AS. Jia menyebut sudah membayar utang senilai USD 3 miliar, namun masih tersisa USD 2 miliar atau di kisaran Rp 28 triliun.

Kebangkrutan Chapter 11 berarti aset ataupun saham Jia diatur untuk membayar utangnya. Akan tetapi Jia masih optimistis dapat bangkit, bahkan berencana kembali ke China untuk mengembangkan Faraday.

"Kebangkrutan Jia tidak akan berdampak pada operasi bisnis normal Faraday Future," klaim perusahaan yang dikutip detikINET dari South China Morning Post.

Jia memegang sekitar 33% saham Faraday. Ia telah lengser dari posisi CEO bulan lalu namun tetap menjabat sebagai Chief Product and User Officer.

(fyk/fay)