Rabu, 24 Jul 2019 08:15 WIB

Cita-cita Gojek: Dorong Inklusi Finansial Lewat GoPay

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan komitmen perusahaannya untuk memajukan inklusi finansial di Indonesia, mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan uang tunai sebagai transaksi pembayaran mereka.

Andre menyebutkan 85% transaksi yang terjadi saat ini dilakukan secara cash alias tunai. Hal itu menjadi landasan Gojek untuk semakin mengembangkan GoPay ke depannya.


"Perjalanan GoPay itu masih sangat panjang untuk memberikan akses financial services atau payment terhadap ekosistem kami masih sangat panjang," ungkap dia.

"Jadi, komitmen kami terus investasi agar mimpi menjadi memajukan finansial inklusi dan juga menjadi cashless economy itu akan terus berada sampai ke depannya," sambung Andre.

Gojek sendiri menegaskan untuk saat ini belum ada niatan mereka untuk dipisah dari ekosistem Gojek. Di samping itu, Gojek terus mencari mitra dalam memajukan pembayaran non-tunai.

"Membuka akses GoPay ke partner lain, contoh yang baru terjadi itu partnership dengan LinkAja. Kerja sama dengan yang lain kami buka juga," kata Andre.


Selain itu, Gojek yang kini menasbihkan diri jadi super app tersebut akan menyasar sektor-sektor lapisan paling dalam di masyarakat, misalnya GoPay bisa dipakai di kantin sekolah sampai tukang roti di lingkungan sekitar masyarakat.

"Pelan-pelan didorong terus. Mudah-mudahan bisa masuk ke transportasi publik, kerja sama dengan BUMN, sehingga pelan-pelan bisa dipakai di kehidupan sehari-hari, jadi lebih dalam lagi," pungkasnya.

Simak Video "9 Tahun Gojek: Tantangan Bertahan di Negeri Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed