Jumat, 24 Mei 2019 02:54 WIB

Patuhi Amerika, Panasonic Ikutan Jegal Huawei

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Panasonic. Foto: Ari Saputra Panasonic. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Panasonic menjadi nama baru yang masuk dalam daftar perusahaan yang menjegal Huawei. Ia mengikuti jejak nama-nama besar lainnya seperti Google, Intel, Qualcomm, dan ARM.

Perusahaan asal Jepang tersebut mengumumkan bahwa pihaknya akan berhenti memasok sejumlah komponen ke vendor asal China tersebut. Sama seperti korporasi teknologi lainnya, alasannya terkait dengan masuknya Huawei dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat.


"Kami telah menyetop seluruh transaksi bisnis dengan Huawei dan 68 perusahaan di bawahnya yang merujuk pada hukuman dari pemerintah Amerika Serikat," ujar Joe Flynn, juru bicara Panasonic, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Jumat (24/5/2019).


Video: Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei

[Gambas:Video 20detik]



Bisnis Panasonic dengan Huawei sendiri meliputi pemasokan peralatan-peralatan elektronik. Sayangnya, mereka tidak memberikan detail mengenai peralatan apa saja yang dipasok.

Lebih lanjut, perusahaan yang berkantor pusat di Osaka ini mengatakan bahwa pihaknya memproduksi sejumlah komponen yang dikirim ke Huawei di Amerika Serikat. Ini yang membuat mereka memberlakukan sanksi ke vendor ponsel nomor dua di dunia itu, lantaran pemerintah Negeri Paman Sam membatasi distribusi produk yang dibuat sepenuhnya maupun sebagian di sana ke Huawei.


Sayangnya, Panasonic menolak untuk memberi tahu bisnis apa yang akan dilanjutkannya dengan Huawei. Meski begitu, ada laporan yang menyebut sanksi tersebut hanya akan berdampak kecil.

Kabar ini sendiri berpengaruh pada harga saham Panasonic yang turun 1% menjadi 896 yen (Rp 117 ribu) per lembarnya. Saat penutupan pasar saham terkini, harganya berada di angka 905 yen, atau sekitar Rp 119 ribu. (mon/fyk)