Kamis, 26 Jul 2018 15:19 WIB

Investor Diminta Jauhi Facebook, Kenapa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kantor Facebook. Foto: detikINET/Virgina Maulita Putri Kantor Facebook. Foto: detikINET/Virgina Maulita Putri
Jakarta - Setelah jatuhnya nilai saham Facebook saat penutupan pasar hari Rabu (25/7), analis memperingatkan investor untuk menjauhi saham Facebook dalam beberapa waktu ke depan.

"Saya rasa anda harus mengamati dari samping saja, biarkan investor base untuk memproses ini dan lihat kembali di mana semuanya berada dalam dua bulan," kata Managing Partner Loup Ventures, Gene Munster dalam wawancaranya dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Kamis (26/7/2018).

Munster kemudian menambahkan bahwa akan banyak analis yang melihat rendahnya nilai saham Facebook sebagai dorongan untuk membeli saham. Tetapi ia menyarankan investor untuk menjauhi saham Facebook paling tidak untuk satu kuartal ke depan.



Setelah laporan keuangan kuartal keduanya dirilis, eksekutif Facebook memperingatkan lambatnya pertumbuhan pendapatan untuk dua kuartal ke depan.

"Kami berencana untuk mengembangkan dan mempromosikan experience menarik seperti Stories yang saat ini memiliki level monetisasi yang rendah, dan kami juga akan memberi orang-orang yang menggunakan layanan kami lebih banyak pilihan seputar privasi data yang mungkin berdampak pada pertumbuhan pendapatan kami," kata Chief Financial Officer Facebook, David Wehner.

Munster mengatakan bahwa Facebook tidak perlu mengumumkan peringatan ini. Namun ia menganggap peringatan ini menginspirasi keyakinan bahwa isu ini tidak akan terulang di kuartal berikutnya.



"Saya pikir mereka melihat apa yang terjadi dengan engagement dan bisnis dan mereka mengambil langkah dramatis untuk mengatur ekspektasi," jelas Munster.

"Saya pikir langkah mereka sedikit terlalu jauh, tapi saya pikir ini merupakan perwakilan dari paradigma baru - pandangan baru - yang investor perlu miliki tentang growth-rate Facebook," tutupnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed