Rabu, 06 Jun 2018 04:08 WIB

Laporan dari Paris

Panen Ilmu Teknologi Baru di TNW Conference

Achmad Rouzni Noor II, Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Dok. Kibar Foto: Dok. Kibar
Jakarta - Perjalanan tim Kibar dan Digitaraya, yang sebelumnya memenuhi undangan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang ada di Den Haag serta berbagi dalam seminar "Startup 101: Creating Solutions through Technology", berlanjut kembali.

Mereka berkesempatan menghadiri TNW Conference, sebuah festival teknologi internasional yang berlangsung selama dua hari dan mempertemukan 15.000 eksekutif dalam bidang teknologi, investor papan atas, serta perusahaan-perusahaan startup lainnya.

Panen Ilmu Seputar Perkembangan Teknologi Terbaru di TNW ConferenceFoto: Dok. Kibar


Selama dua hari penuh, tim Kibar dan Digitaraya merasakan langsung pengalaman menghadiri konferensi dan pameran teknologi yang menginspirasi, bersama puluhan ribu orang lainnya yang datang dari berbagai negara di seluruh dunia. Sejak 2006, TNW Conference telah menyatukan para penggerak ekosistem teknologi yang mendorong inovasi bisnis.



Kini di tahun 2018, TNW Conference memperluas cakupannya untuk membentuk percakapan yang jauh lebih mendalam tentang bagaimana teknologi seperti blockchain dan Artificial Intelligence (AI) secara langsung memberikan dampak kepada industri, profesi, dan cara-cara manusia berinovasi.

Selama dua hari penyelenggaraannya, sekitar 260 pembicara tampil dalam 175 sesi di delapan panggung yang masing-masing memiliki konsep dan kapasitas yang berbeda (dari 300 orang hingga lebih dari 3.500 orang).

Panen Ilmu Seputar Perkembangan Teknologi Terbaru di TNW ConferenceFoto: Dok. Kibar


Sejak TNW Conference dibuka, peserta dari berbagai penjuru dunia telah memenuhi transportasi publik, berbondong-bondong menuju Gashouder, Amsterdam, yang menjadi lokasi perhelatan acara teknologi global bergengsi ini. TNW Conference dibuka dengan aksi panggung yang sangat megah dengan tata cahaya dan audio visual yang menghipnotis.

Sejarah mengenai teknologi diceritakan dengan narasi suara dan sebagai kejutan, Boris Veldhuijzen van Zanten, Founder dan CEO TNW (The Next Web), muncul sambil memainkan lima bola dengan teknik juggling. Kelima bola tersebut merupakan simbolisasi "The 5th Wave of Networks", yang tengah dunia masuki saat ini. Setelah itu Boris menyambut para audiens yang hadir, dan menapak tilas perjalanan TNW yang sudah 13 kali menjalankan konferensi tahunan ini.

Ia pun bercerita mengenai awal mula ketertarikannya pada teknologi. "Saat itu saya merasa selalu tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada, karena perubahan-perubahan yang terjadi dalam teknologi sangatlah cepat. Sampai kapan pun perasaan tertinggal akan selalu ada," kisah Boris yang memulai pendidikannya di sebuah akademi seni, sebelum akhirnya berkenalan dengan perusahaan-perusahaan teknologi, seperti Yahoo dan Google.



Ada beberapa pembicara yang menjadi sorotan tim Kibar dan Digitaraya pada hari pertama TNW Conference. Pembicara pertama, yaitu Cassie Kozyrkov, Chief Decision Scientist Google mengangkat tema "Decision Intelligence (ML++)", yang berbicara seputar Machine Learning dan AI.

Ternyata kata-kata tersebut, menurut Cassie Kozyrkov, memiliki banyak arti dan dunia bisnis belum paham betul mengenai perbedaannya. Ia pun mengatakan bahwa kedua hal itu, terutama bagi perusahaan besar sangatlah kompleks dan sedikit menakutkan.

Padahal hal itu akan mudah dimengerti apabila kita terjun langsung mencoba dan memahaminya. Cassie Kozyrkov menganalogikan Machine Learning bukan tentang memasak dan memanaskan makanan, melainkan tentang menciptakan microwave. Yang menjadi bahan-bahan masakannya adalah data, dan yang menjadi resepnya adalah modelnya.

Machine Learning ini merupakan paradigma pemrograman baru yang dapat membantu manusia dalam mengambil keputusan.

Cara untuk menjelaskan sebuah Machine Learning adalah dengan memberikan contoh, bukan dengan instruksi. Untuk itu dibutuhkan contoh-contoh yang cukup banyak untuk menjelaskannya.

Panen Ilmu Seputar Perkembangan Teknologi Terbaru di TNW ConferenceFoto: Dok. Kibar


Pembicara berikutnya adalah Clarissa Shen, COO Udacity, dengan tema "Translating Data into Global Good". Menurutnya, di dunia di mana manusia berbicara 7.000 bahasa yang berbeda dan memiliki 44 miliar perangkat yang terhubung satu sama lain menciptakan kebanjiran data yang konstan.



Manusia membutuhkan bantuan untuk memahami satu sama lain dan dunia yang terus berubah dan solusinya adalah memahami data. Oleh karena itu, dunia ini butuh lebih banyak lagi ilmuwan data, yang memiliki kemampuan untuk memahami storytelling dan menjadi penerjemah literasi seputar data dan fakta.

"Data memberikan manusia kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk berinvestasi atau memberikan pengaruh di dunia," kata Clarissa Shen dalam presentasinya.

Clarissa Shen, COO Udacity, dalam presentasinya Clarissa Shen, COO Udacity, dalam presentasinya "Translating Data into Global Good" Foto: Dok. Kibar


Pembicara lainnya yang juga menjadi sorotan tim KIBAR dan Digitaraya, yaitu Alexis Ohanian, Co-founder Initialized Capital. Ia mengangkat tema "Initializing Startup Davids Against Tech Goliaths" dalam presentasinya, yang menggali lebih dalam mengenai cryptocurrency, Machine Learning, dan AI yang telah mengambil alih teknologi sekarang ini.

Selama tiga tahun terakhir, demokratisasi dan pendekatan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kecil melesat melampaui perusahaan-perusahaan raksasa. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed