Kamis, 03 Mei 2018 20:33 WIB

Startup Big Data Anak Bangsa Lirik Industri Migas

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Di era digital dan pertumbuhan data seperti saat ini, Big Data tak dipungkiri tengah menjadi primadona di berbagai sektor industri, tak ketinggalan industri minyak dan gas (migas). Perusahaan analytic Big Data asal Indonesia yang menamakan dirinya BigJava ini pun melirik peluang tersebut.

Dirikan pada tahun 2010 oleh Ruli Harjowidianto, BigJava awalnya merupakan perusahaan jaringan. Namun seiring berjalannya waktu dan mengikuti tren, maka BigJava mulai berkembang hingga kini merambah ke Big Data.

"BigJava adalah perusahaan TI asli dari Indonesia. Perusahana karya anak bangsa yang sekarang fokus ke Big Data analytic. Kami mengembangkan semuanya sendiri, algoritma, software, dan hardware-nya kami modifikasi sendiri," ujar Scientist Manager BigJava ditemui detikINET di ajang IPA 2018, JCC Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Kehadiran BigJava di IPA 2018 ini menurut Winda tak lain untuk menunjukkan dan go public ke industri migas, bahwa ada perusahaan lokal yang juga kompetenen dan mampu bersaing dengan perusahaan multinasional lainnya. "Kami ingin menunjukkan bahwa ada perusahaan yang bisa membantu poerusahaan migas untuk menanalisa data mereka untuk lebih powerfull," kata Winda.

Startup Big Data Anak Bangsa Lirik Industri MigasFoto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

Industri migas sendiri menurut pandangan BigJava adalah sebuah pasar yang sangat potensial. Hal ini karena di industri migas banyak menggunakan data streaming.

"Nah data streaming itu perlu suatu pengolahan data yang powerful. Sehingga kami ingin memberikan solusi. Kesimpulannya agar migas, ketika ingin top manajemen pengambil keputusan bisa melihat dari segala sisi," terangnya.

Kebanyakan perusahaan Big Data, lanjutnya, banyak datang dari luar. "Di Indonesia masih sedikit, masih jarang yang benar-benar karya anak bangsa," katanya.

Biasanya kalaupun ada perusahaan Big Data lokal bekerjasama dengan perusahaan asing lalu dan menggunakan algoritma dari perusahaan asing.

Walaupun berbasis Indonesia, BigJava memiliki kantor cabang di luar negeri, seperti New York dan Hongkong. Hal ini dimaksudkan agar BigJava selalu update perkembangan teknologi. (mag/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed