Jumat, 06 Apr 2018 22:36 WIB

Uber Dibeli Grab Jadi Catatan Sejarah Penting

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi (Foto: Reuters) Ilustrasi (Foto: Reuters)
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab
Jakarta - Akusisi bisnis Uber di Asia Tenggara yang dilakukan Grab dianggap sebagai catatan sejarah penting.

Klaim tersebut dikatakan langsung Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Dia mengatakan, akusisi tersebut merupakan berita besar dan hal luar biasa, karena menjadi corporate action terbesar untuk startup di Asia Tenggara sampai saat ini.

"Untuk perusahan internet, ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Dan ini akan menjadi sejarah, karena untuk pertama kalinya perusahaan teknologi dari Amerika Serikat diakusisi perusahaan teknologi dari Asia Tenggara. Ini menjadi kebanggaan untuk Asia Tenggara tentunya," kata Ridzki.


Diungkapkan Ridzki, Uber sempat melirik penyedia layanan ride sharing lain. Tapi pada akhirnya, mereka memilih Grab karena dianggap terbesar di Asia Tenggara dan memiliki teknologi serta talenta mumpuni. Selain itu, perusahaan ride sharing besutan Anthony Tan itu dinilai punya masa depan cemerlang di kawasan ini.

Sayangnya pencaplokan bisnis Uber oleh Uber dikhawatirkan akan melahirkan praktik monopoli. Karena itu, tidak hanya di Indonesia, sejumlah negara melakukan investigasi terkait akusisi ini. Merespons hal tersebut, Grab menyatakan siap melakukan komunikasi secara terbuka dengan para pemangku kebijakan.

"Kami berkomunikasi aktif dengan pemerintah dan terbuka menanggapi agency terkait. Dan kami percaya bahwa kami tidak melanggar apapun. Kami siap memberikan informasi yang dibutuhkan pada masing-masing negara," ungkap Ridzki.

Khusus usulan Kementerian Perhubungan Indonesia yang ingin Grab mengubah diri dari aplikator menjadi perusahan transportasi, Ridzki belum menjawab secara rinci. Dia hanya memastikan pihaknya selalu melakukan diskusi secara langsung terkait regulasi dan membantu pemerintah melaksanakan keputusannya.


Selain itu, Grab melakukan diskusi dengan para mitra. Karena setiap keputusan akan pula berdampak pada mereka.

"Saat ini kami sedang berdiskusi dan mendapatkan input dari mitra soal apa dampak dan keuntungan dengan usulan pemerintah. Tapi kami tanggapi dengan serius," terang Ridzki. (rns/asj)
FOKUS BERITA Uber Dibeli Grab

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed