BERITA TERBARU
Rabu, 04 Apr 2018 18:50 WIB

Negara ASEAN Selidiki Uber Dibeli Grab

Agus Tri Haryanto - detikInet
Helm Grab. Foto: Reuters Helm Grab. Foto: Reuters
Filipina - Filipina melakukan penyelidikan terhadap Grab usai mengakuisisi Uber yang beroperasi di Asia Tenggara pekan lalu. Penyelidikan Filipina ini serupa yang telah dilakukan Indonesia, Singapura, dan Malaysia sebelumnya.

Tujuannya sama, yakni ingin memastikan bahwa aksi korporasi tersebut tidak disalahgunakan untuk mengurangi persaingan di sektor transportasi online.

"Ada alasan yang masuk akal bahwa akusisi tersebut kemungkinan dapat secara substansial mengurangi, mencegah, atau membatasi persaingan," ujar Philippine Competition Commission (PCC) dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Rabu (4/4/2018).

PCC menyebutkan, pencaplokan Uber oleh Grab bisa berdampak pada pengguna sampai mitra pengemudinya, akibat bersatunya dua perusahaan tersebut.



Terkait persoalan tersebut, Grab Filipina mengatakan bahwa mereka akan kooperatif dengan regulator setempat.

"Kami akan menyiapkan dokumen yang diperlukan dan berbagi informasi yang diperlukan oleh PCC dan juga bekerjasama dengan komisi untuk menjawab pertanyaan dan klarifikasi apapun yang ingin mereka ketahui," sebutnya.

Grab juga mengungkapkan akan mendukung transisi driver Uber untuk menjadi bagian dari platformnya. Mereka juga akan mematuhi aturan tentang tarif.

Minta Go-Jek Hadir

Sebelumnya, akuisisi yang dilakukan Grab terhadap Uber menimbulkan kekhawatiran monopoli pasar taksi online di Filipina. Negara kepulauan ini, bahkan meminta Go-Jek untuk hadir di negaranya.

Permintaan itu disampaikan oleh para politisi dan anggota parlemen setempat, salah satunya adalah Lois Campos. Dia menyatakan Go-Jek seharusnya segera datang ke Filipina untuk menghadirkan kompetisi melawan Grab.

Campos yang mewakili kota Makati, menyatakan Go-Jek sangat populer di Indonesia dan telah memiliki ratusan ribu driver. Jadi, mereka juga berpeluang menjadi lawan berat Grab di Filipina.



"Kombinasi bisnis regional Uber dan Grab tidak hanya menurunkan tapi juga secara efektif mengeliminasi kompetisi di pasar ride sharing Filipina," kata dia.

"Untuk melawan dan membangun kembali kompetisi, kita mungkin akan mendorong pemain besar lain seperti Go-Jek untuk datang," tandasnya.

Campos menilai lebih banyak pemain semakin baik demi kompetisi yang sehat. "Tiga pemain lebih baik dibandingkan dua. Jika kita tak bisa punya tiga, maka dua lebih baik ketimbang satu," lanjutnya.

(agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.