Untuk diketahui, startup unicorn sendiri merupakan istilah untuk perusahaan rintisan yang pada akhirnya memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar. Kominfo menyebutkan startup unicorn Indonesia yang sudah ada, yaitu Go-Jek, Traveloka dan Tokopedia.
"Target kami saat ini ingin memiliki lima Unicorn hingga 2019, dan kami mengharapkan dua Unicorn akan datang melengkapi 3 Unicorn yg sudah ada di Indonesia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat video conference dengan para Venture Capitalist (VC) Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lis Sutjiati (Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO & Digital Economy), David Rimbo (Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital), dan Rudy Ramawy (Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital) adalah perwakilan Kominfo yang ke Silicon Valley. Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berinteraksi melalui video conference karena posisi ada di Jakarta.
"Jika Anda datang ke jakarta, saya akan mengajak Anda sarapan atau makan malam bersama. Saya juga ingin memberikan penekanan bahwa Indonesia saat ini menjadi driver-nya ASEAN dan core-nya ASEAN. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh bagus serta kondisi kestabilan bagus, Indonesia adalah masa depan investasi dunia," tutur Rudiantara.
Ia pun mengkisahkan sekitar dua tahun lalu, kunjungan bersama Presiden Joko Widodo ke San Francisco yang ketika itu belum memiliki startup unicorn. "Namun sekarang sudah ada setidaknya 2 unicorn dan beberapa menuju unicorn," tambahnya.
Pria yang disapa Chief RA ini mengajak kepada para VC negeri Paman Sam untuk menanam investasi di Indonesia.
"Saya berharap Anda dapat memberikan kabar baik tentang Indonesia kepada rekan-rekan Anda yang lain agar mereka bisa berinvestasi di negara kami ini. Hal ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi startup di Indonesia. Pemerintah Indonesia menindaklanjuti e-Commerce dan digital ekonomi dengan serius," tuturnya.
(yud/yud)