Hadirnya pabrik ponsel Foxconn di Indonesia dulu begitu digembar-gemborkan. Namun lambat laun, kabar itu menguap dengan sendirinya.
Nah, ternyata -- meski penjajakan investasi kemarin sempat mentok -- Kementerian Perindustrian tetap menjalin komunikasi dengan Foxconn. Pemerintah sejatinya masih berharap mitra manufaktur Apple cs itu benar-benar bisa membangun pabriknya di Indonesia.
Β
"Foxconn kita mulai tanya-tanya lagi. Dulu gimana (bisa batal), katanya industri komponen belum siap dan soal lahan juga," ungkap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan saat berkunjung ke kantor Detikcom, Senin (30/11/2015) petang.
Meski belum mencapai kata deal, Foxconn tetap jadi target utama Kemenperin. Sebab, mereka bisa dibilang sebagai manufaktur terbesar di jagat teknologi lantaran menjadi supplier bagi Apple, BlackBerry, Hewlett-Packard, dan perusahaan teknologi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, harapan tak lantas cuma digantungkan kepada Foxconn. Di sisi lain, Kementerian yang dipimpin oleh Saleh Husin ini juga tetap melakukan pdkt dengan perusahaan manufaktur dari China.
"Kami juga masukkan OEM dari China, seperti ZTE dan HiSense. Kita lihat juga apakah perlu seperti membuat ponsel (yang mereka buat) itu," lanjut Putu.
Ponsel hasil rakitan vendor China ini disebut menawarkan harga yang lebih murah. Sebab, perangkat tersebut lebih menawarkan fungsi ketimbang brand.
Pun demikian, mereka punya volume produksi yang juga besar. "Di ponsel itu kan yang paling mahal itu layar dan baterai, sedangkan komponen sisanya sudah dalam bentuk modul-modul," tutup Putu.
(ash/fyk)