Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Chip Ditolak Xi Jinping, CEO Nvidia Segera Sowan ke China

Chip Ditolak Xi Jinping, CEO Nvidia Segera Sowan ke China


Fino Yurio Kristo - detikInet

Jensen Huang
CEO Nvidia Jensen Huang. Foto: Global Times
Jakarta -

CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan berencana mengunjungi China pada akhir Januari. Kunjungan bos raksasa chip ini dinilai sebagai upaya raksasa chip itu untuk mendapatkan kembali akses ke pasar utama bagi chip kecerdasan buatan (AI) mereka.

Laporan Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, menyebutkan Huang akan menghadiri acara perusahaan menjelang liburan Tahun Baru Imlek dan diperkirakan akan mengunjungi Beijing. Namun, laporan itu tidak merinci apakah ia akan bertemu dengan pejabat senior China.

Kunjungan ini dilakukan saat Nvidia berusaha membuka kembali pasar China, yang sebelumnya dibatasi oleh kontrol ekspor AS terhadap chip AI canggih. Dikutip detikINET dari India Times, pemerintahan Trump pekan lalu mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200-nya ke China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan diperkirakan akan memulai kembali pengiriman meskipun ada penolakan dari pihak-pihak di Washington yang menentang hubungan bisnis dengan China. Namun persoalannya, segera setelah keputusan AS tersebut, pejabat bea cukai China dilaporkan menyatakan bahwa chip H200 tidak diizinkan masuk ke negara itu.

Sejumlah laporan menyebutkan petugas bea cukai diperintahkan bahwa chip Nvidia H200 tidak diperbolehkan masuk. Beberapa hari setelah pejabat bea cukai China memblokir prosesor itu, para pemasok komponen utama untuk chip AI tersebut dilaporkan menghentikan lini produksi mereka.

ADVERTISEMENT

Laporan terbaru Financial Times, yang mengutip dua orang yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa produsen suku cadang chip penting, termasuk papan sirkuit cetak (PCB) yang dibutuhkan untuk mengemas chip H200, menghentikan operasi demi menghindari penumpukan stok yang tak terjual.

Sementara itu, berbagai laporan menyebut bahwa meskipun perusahaan teknologi seperti Alibaba, ByteDance, dan Tencent ingin membeli H200 karena performanya, pemerintah China menekan mereka untuk memprioritaskan alternatif domestik, seperti chip Ascend buatan Huawei, dan menghindari penggunaannya untuk tujuan yang dapat mengancam keamanan nasional.

Menurut laporan FT, meskipun telah memesan lebih dari 2 juta unit H200, beberapa pelanggan China membatalkan pesanan mereka akibat ketidakpastian tersebut.




(fyk/fay)







Hide Ads