CEO Tesla, Elon Musk, menyatakan bahwa perusahaannya akan memiliki jaringan robotaksi tanpa pengemudi yang tersebar luas di Amerika Serikat pada akhir tahun 2026 ini.
"Tesla telah meluncurkan layanan robotaksi di beberapa kota, dan jangkauannya akan sangat, sangat luas di seluruh AS pada akhir tahun ini," klaimnya saat tampil di World Economic Forum di Davos, Swiss. Namun beberapa pihak skeptis mengingat janji Musk sering tidak ditepati.
Robotaksi Tesla akhirnya mengaspal di Austin, Texas, Juni lalu didampingi pengawas manusia di mobil, setelah bertahun-tahun Tesla menunda janji menghadirkan mobil yang sepenuhnya tanpa pengemudi. Bulan Juli, Musk yakin Tesla akan memiliki layanan tumpangan otonom yang mungkin mencakup separuh populasi AS pada akhir tahun. Hal itu tidak terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oktober 2025, Musk mengumumkan Tesla seharusnya akan memiliki 500 Robotaksi di Austin pada akhir tahun tersebut. Namun bulan November, ia merevisi angka tersebut menjadi sekitar 60 unit.
Dalam unggahannya di platform media sosial X, Musk mengatakan perjalanan robotaksi di Austin mulai beroperasi tanpa pengawas manusia. Musk membagikan unggahan dari Ashok Elluswamy, VP Software AI Tesla, yang mengatakan peluncuran akan dimulai dengan beberapa kendaraan tanpa pengawas yang dicampur ke armada robotaksi dengan pengawas keselamatan. Rasionya akan meningkat seiring waktu.
Tesla beroperasi di pasar kendaraan tanpa pengemudi yang semakin kompetitif, didominasi oleh Waymo (didukung Alphabet) di Barat dan ApolloGo milik Baidu di China. Zoox milik Amazon juga mulai meramaikan sektor ini tahun 2025. Waymo menutup tahun dengan beroperasi di lima pasar AS dan meluncurkan layanan di Miami.
Tesla dan bisnis robotaksi lainnya di AS menghadapi tantangan berat untuk memenangkan hati penumpang. Survei oleh Electric Vehicle Intelligence Report menemukan bahwa konsumen AS sangat skeptis terhadap robotaksi, dengan kekhawatiran khusus seputar keselamatan.
Akhir tahun lalu, regulator California menemukan Tesla telah melakukan pemasaran yang menipu dan iklan palsu terkait kemampuan tanpa pengemudi pada kendaraan mereka.
Dikutip detikINET dari CNBC, dalam percakapannya dengan CEO BlackRock Larry Fink, Musk juga mengatakan Tesla akan menjual robot Optimus ke publik akhir tahun 2027.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 10 tahun ke depan, tetapi dengan laju kemajuan AI saat ini, saya pikir kita mungkin akan memiliki AI yang lebih pintar dari manusia mana pun pada akhir tahun ini, dan saya rasa paling lambat tahun depan," ujar Musk.
(fyk/fyk)