Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Canggih! Teknologi Laser Disulap untuk Isi Baterai Drone Saat Terbang

Canggih! Teknologi Laser Disulap untuk Isi Baterai Drone Saat Terbang


Anggoro Suryo - detikInet

Ilustrasi drone tanpa awak
Ilustrasi drone. Foto: (AFP/Photo)
Jakarta -

Perusahaan teknologi asal Kent, Amerika Serikat, PowerLight Technologies mengembangkan teknologi laser untuk mengirim daya, dan bisa dipakai untuk mengisi ulang daya baterai drone saat sedang terbang.

PowerLight mengonfirmasi teknologi laser-powered yang dikembangkannya mendekati tahap kesiapan operasional. Sistem ini dirancang untuk mengisi ulang daya drone secara nirkabel saat masih terbang, sehingga berpotensi memperpanjang durasi misi secara signifikan.

Pengembangan teknologi tersebut dilakukan dalam program Power Transmitted Over Laser to UAS, yang didukung oleh United States Central Command (CENTCOM). PowerLight menyebut sistemnya mampu mengirimkan daya kelas kilowatt hingga jarak dua kilometer, membuka peluang pengoperasian drone dengan waktu terbang yang nyaris tanpa batas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Kemampuan ini memungkinkan durasi misi yang 'tidak terbatas' melalui koneksi daya langsung dan efisien dengan sistem pesawat nirawak yang kompatibel," kata CTO sekaligus co-founder PowerLight, Tom Nugent.

Menurutnya, teknologi ini ke depan dapat berkembang menjadi jaringan energi cerdas berbasis mesh untuk distribusi daya secara nirkabel, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (23/1/2026).

Dalam pengujian terbaru, PowerLight menyatakan infrastruktur inti sistem laser tersebut bekerja secara andal. Sistem pelacakan berbasis optik presisi mampu mempertahankan penguncian pada drone jarak jauh hingga 1,5 kilometer, sambil menyalurkan daya secara terkontrol dan aman.

Sinar laser tak kasatmata yang dikirim dari darat ditangkap oleh receiver di drone, lalu diubah menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai. Modul receiver tersebut juga dilengkapi sistem kontrol yang dapat merekam data telemetri serta mendukung komunikasi optik dua arah dengan stasiun darat.

PowerLight bekerja sama dengan Kraus Hamdani Aerospace untuk mengintegrasikan teknologi ini ke drone K1000ULE yang berdaya jelajah panjang. CEO Kraus Hamdani Aerospace, Fatema Hamdani, mengatakan drone tersebut sejak awal dirancang untuk memperpanjang durasi terbang otonom, namun sistem PowerLight memungkinkan pesawat tetap mengudara dalam waktu yang praktis tanpa batas.

Nugent menambahkan PowerLight telah berhasil menguji perangkat keras dan perangkat lunak kontrol untuk melacak UAS dan mengirim daya tingkat kilowatt saat penerbangan. Dengan komponen inti yang telah tervalidasi, perusahaan menargetkan demonstrasi sistem penerbangan terintegrasi penuh pada tahun ini.

CENTCOM saat ini memantau perkembangan teknologi tersebut untuk menilai kesiapan dan manfaatnya. Departemen Pertahanan AS sendiri telah lama mengeksplorasi teknologi laser, tidak hanya untuk senjata, tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas operasional di berbagai skenario militer.




(asj/afr)







Hide Ads