Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jangan Download! 6 Game Berbahaya Ini Bisa Kuras Baterai HP

Jangan Download! 6 Game Berbahaya Ini Bisa Kuras Baterai HP


Virgina Maulita Putri - detikInet

Android Malware
Foto: jeffsblog
Jakarta -

Main game mobile di ponsel seharusnya bisa jadi hiburan untuk menenangkan pikiran. Namun, kalau sembarangan download game malah bikin ponsel terinfeksi malware yang bisa bikin boros baterai.

Peneliti keamanan siber dar Dr. Web menemukan sejumlah game Android yang ternyata disusupi malware 'clickjacking'. Malware ini memanfaatkan AI untuk klik iklan yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi penjahat siber.

Menurut laporan Dr. Web, malware ini menggunakan pustaka TensorFlow.js milik google untuk menjalankan model machine earnings untuk berinteraksi dengan iklan di aplikasi atau game tertentu. Malware ini menggunakan machine learning untuk menganalisis isi halaman ketika iklan muncul, dan berinteraksi dengan iklan itu tanpa sepengetahuan pengguna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika model machine learning-nya gagal, developer yang bersekongkol atau pihak jahat lainnya dapat mengambil alih layar ponsel pengguna dan melakukan tindakan seperti scrolling atau mengetuk secara manual menggunakan teknik yang disebut 'signaling'.

ADVERTISEMENT

Clickjacking dan penipuan iklan memang bukan ancaman langsung terhadap privasi dan data pengguna. Namun, pengguna bisa merasakan dampaknya berupa baterai ponsel yang cepat habis, kualitas baterai yang menurun, hingga kuota internet yang lebih boros.

Game berbahaya yang ditemukan Dr. Web berasal dari developer yang sama yaitu Shenzhen Ruiren Network Co. Ltd. Berdasarkan hasil analisisnya, tim Dr. Web mengidentifikasi game-game berikut ini sebagai pembawa malware:

  • Theft Auto Mafia - 61.000 download
  • Cute Pet House - 34.000 download
  • Creation Magic World - 32.000 download
  • Amazing Unicorn Party - 13.000 download
  • Open World Gangsters - 11.000 download
  • Sakura Dream Academy - 4.000 download

Penjahat siber mendistribusikan malware di game-game tersebut lewat GetApps, toko aplikasi yang ada di perangkat Xiaomi. Awalnya aplikasi ini dimasukkan ke GetApps tanpa fungsi berbahaya, tapi kemudian menerima update berisi komponen berbahaya.

Selain di GetApps, malware ini juga disebarkan lewat situs APK pihak ketiga seperti Apkmody dan Moddroid, serta lewat channel Telegram yang menawarkan aplikasi mod untuk Spotify dan Netflix, seperti dikutip dari Android Authority, Sabtu (24/1/2026).

Pengguna Android diimbau untuk tidak download dan instal aplikasi dari luar Google Play Store, terutama dari sumber pihak ketiga yang mencurigakan. Selain itu, jangan sampai tergoda aplikasi mod yang menjanjikan akses premium gratis untuk layanan tertentu.




(vmp/vmp)





Hide Ads