Karena interaksi bisnis dengan pelanggan melalui platform yang digerakan perangkat lunak semakin meningkat, maka pengalaman lengkap yang dapat dihadirkan oleh sebuah merek menjadi lebih penting dari loyalitas terhadap merek tersebut.
Akibatnya, kalangan bisnis mendorong keterbatasan berbagai tren yang muncul saat ini seperti Big Data dan mobilitas, yang semuanya digerakkan oleh perangkat lunak, untuk menemukan cara-cara baru guna mendorong proses internal, menciptakan perdagangan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melangkah Maju Bukan Sekedar Bertahan
Tahun 2015 akan menjadi tahun di mana perusahaan-perusahaan melakukan lompatan terbesar guna mengimbangi permintaan pelanggan. Hanya menjaga lampu tetap hidup alias bertahan hidup tidak akan cukup lagi dalam 'application economy' seperti saat ini. Dimana kita mengantisipasi perubahan signifikan dalam cara bagaimana kalangan bisnis mengelola masalah keamanan, struktur pendapatan bisnis, dan pengalaman pelanggan.
Terkait dengan perubahan ini, kami telah mengidentifikasi empat prediksi yang mana kalangan bisnis tidak bisa mengabaikannya begitu saja dalam proses perencanaan strategis mereka untuk tahun 2015.
Kebangkitan Aplikasi-Aplikasi Dinamis
Dalam situasi saat ini, kita lebih cenderung untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui aplikasi mereka daripada dengan seseorang. Kami mengantisipasi perubahan dimana aplikasi tidak hanya membantu orang membuat keputusan, tetapi memprediksi apa yang mereka butuhkan.
Bayangkan sebuah skenario, daripada menghubungi pemasok melalui telepon, sebuah aplikasi yang dimiliki oleh kedai kopi lokal akan secara otomatis memesan dan menambah persediaan biji kopi atau susu saat persediaan mulai menipis.
Kami mulai melihat jenis perilaku aplikasi ini mulai bermunculan di tahun 2015, dan kalangan bisnis yang efektif memanfaatkan tren ini pada tahun 2015 akan mendapatkan pangsa pasar dengan memberikan konsumen pengalaman tanpa masalah dan intuitif.
Keamanan Berkelanjutan
Dengan segera datangnya era aplikasi untuk menggantikan dan berinteraksi dengan manusia, keamanan tidak bisa lagi dinomorduakan. Sebagai contoh, dalam contoh Kedai Kopi sebelumnya, perubahan dalam hal keamanan seperti 'zero-touch authentication' akan mulai menjadi penting di mana perangkat membuat keputusan sendiri di belakang layar berdasarkan data perilaku dan lokasi dimana konsumen berada.
Masalah umum lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah saat sebuah bisnis memperluas pasarnya di luar yang ada saat ini, mereka akan mulai menghadapi ancaman keamanan baru di pasar baru tersebut.
Regionalisasi bisnis ini akan mendorong perlunya pendekatan yang lebih strategis dari sekadar menegakkan keamanan, menjadi pendekatan yang lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan analisis perilaku untuk menentukan kerentanan potensial.
Terakhir, dengan peretasan data yang mendominasi berita utama pada tahun 2014, kalangan bisnis akan mulai memperhatikan keamanan perangkat lunak dari awal dan menanamkannya sejak dini dalam siklus pengembangan sehingga DevOps berkembang dalam hal perbaikan berkelanjutan, pengiriman, dan umpan balik untuk memasukkan keamanan secara terus menerus.
Penyelarasan TI dan Tujuan Bisnis
Dengan perubahan dalam aplikasi-aplikasi dinamis dan pengukuran keamanan yang lebih baik, TI akan mulai memberikan kontribusi lebih kepada tujuan bisnis perusahaan, dan model bisnis baru akan mengharuskan perubahan dari metode tradisional dimana perangkat lunak dikembangkan dan digunakan.
Tahun ini, DevOps akan mengambil peran utama di mana kalangan bisnis akan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan DevOps sebagai bagian yang sangat penting dari strategi bisnis. Pendekatan ini akan memungkinkan kalangan bisnis untuk mengembangkan aplikasi dengan lebih cepat dan dengan kualitas yang lebih baik, dan yang lebih penting lagi, keselarasan yang lebih baik antara TI dengan tujuan-tujuan bisnis.
Poin penting untuk dicatat adalah bahwa keselarasan TI dan tujuan bisnis harus lebih dari sekedar memastikan kepuasan pelanggan eksternal tetapi juga pelanggan internal. Dalam survei Vanson Bourne yang dilakukan CA baru-baru ini, 38% dari responden APJ menunjukkan bahwa mereka telah menselaraskan antara TI dan tujuan bisnis mereka di seluruh aspek bisnis, namun hanya 17% mengindikasikan bahwa mereka telah sangat efektif dalam mengelola strategis bisnis TI1.
Analisis Tak Terlihat
Tahun lalu, Big Data telah menjadi topik pembicaraan utama teknologi dimana banyak media yang mengulas berbagai aplikasi dan manfaatnya. Tahun ini, kami berharap untuk melihat perusahaan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memanfaatkan data tersebut guna meningkatkan pengalaman pelanggan melalui telaah yang sebenarnya.
Bahkan, pendekatan ini tidak hanya memungkinkan telaah pelanggan yang lebih canggih dan manajemen data yang lebih baik, tetapi juga akan memainkan peran penting dalam strategi keamanan berbasis analisis.
2015: Tahun Para Pemimpin atau Pecundang?
Saat ini, teknologi merupakan pendorong utama inovasi bisnis. Perubahan signifikan pada tahun 2015 akan lebih mengedepankan bagaimana bisnis dan TI dijalankan, aplikasi-aplikasi dikembangkan, dan konten dikelola. Kalangan bisnis memiliki kesempatan yang langka untuk menentukan apakah tahun 2015 akan menjadi tahun dimana mereka akan menjadi pemimpin atau pecundang.
*) Penulis, Stephen Miles merupakan CTO CA Technologies untuk kawasan Asia Pacifik dan Jepang.
(ash/ash)