Belajar & Kreatif Lewat Media Sosial? Bisa Kok!

Ngopi Bareng detikINET

Belajar & Kreatif Lewat Media Sosial? Bisa Kok!

Adi Fida Rachman - detikInet
Selasa, 29 Sep 2015 17:25 WIB
Suasana Ngopi di Telkom University (adi/inet)
Bandung -

Beragam konten dapat kita temui di media sosial (medsos). Mulai dari kabar terbaru, isu terhangat hingga berbagai hiburan menarik. Namun demikian ada baiknya kita tak sekadar menikmati, tapi bisa memanfaatkannya sehingga memberikan nilai tambah bagi diri sendiri. Salah satunya menjadi seorang yang kreatif lewat media sosial.

Hal tersebut sangat mungkin diwujudkan. Dikatakan oleh Redaktur Pelaksana detikINET Ardhi Suryadhi, bila kita jeli, ada banyak ilmu yang diberikan lewat internet dan medsos. Nah, kita bisa belajar dari sana. Hanya tinggal disesuaikan minatnya.

Ardhi mencontohkan banyak pembuat konten di YouTube awalnya sekadar melihat dari yang sudah ada atau konten tutorial yang bertebaran di internet. Lalu mereka belajar membuat video sendiri dan mempostingnya.

Karena konten yang dibuat menarik dan menghibur, penontonnya kian banyak dan sudah menciptakan personal branding bagi si user. Kini, beberapa di antaranya kerap dipanggil untuk jadi narasumber serta di-endorse sebagai bentuk pengakuan atas kreativitas konten yang dibuatnya.

Pria berkacamata ini mengatakan tak ada salahnya sedari kecil diperkenalkan media sosial untuk memancing kreativitas. Namun perlu peran orang yang lebih dewasa atau orang tua sebagai pembimbing dan pemantau.

"Anak-anak perlu ada tuntunan. Baik itu dari orang tua ataupun kakaknya. Misalkan di YouTube, kita bisa melakukan filterisasi konten agar anak-anak tidak menonton video untuk konsumsi orang dewasa," ujarnya saat berbicara di acara Ngopi bareng detikINET di Telkom University, Bandung, Selasa (29/9/2015).

Hal senada juga diungkap Yukka Harlanda, CEO Brodo. Dikatakan olehnya jangan membiarkan anak kecil bermain media sosial tanpa pengawasan.

Ia pun menyarankan para orang tua juga harus lebih melek medsos. Jangan sampai mereka kalah tahu ketimbang anak-anaknya. Alih-alih membimbing, nanti malah dibimbing.

"Minimal orang tua harus mengerti terlebih dulu apa itu media sosial," pungkas Yukka.

(fyk/fyk)