http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Klinik Internet Security

Baik Mana, Antivirus Lokal atau Luar?

Konsultan: Alfons Tanujaya - detikinet
Jumat, 19/10/2012 13:38 WIB
Baik Mana, Antivirus Lokal atau Luar? Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Mana yang lebih baik memasang antivirus lokal atau non lokal atau keduanya dipasang bersamaan?

(Edi Koesnadi, Pria, 31Th)

Jawaban [Vaksincom] :

Sepengetahuan kami, antivirus lokal yang Anda maksud seperti Smadav memposisikan diri sebagai proteksi tambahan dan bukan proteksi utama. Memang ada antivirus lokal yang berusaha memposisikan dirinya menggantikan antivirus mancanegara.

Namun Vaksincom menyarankan Anda tidak mudah percaya atas klaim sepihak dan untuk referensi independen dapat melihat rekomendasi dari Virus Bulletin untuk mengetahui program antivirus apa saja yang memiliki kemampuan terbaik mendeteksi malware di dunia.

Kami menyarankan Anda menggunakan tambahan antivirus lokal dengan pertimbangan :

1. Anda kurang percaya diri dengan program antivirus yang anda gunakan sekarang atau vendor antivirus Anda tidak memberikan support lokal onsite support.

2. Karena alasan tertentu program antivirus anda tidak terupdate secara teratur dan aktivitas komputer Anda sering sekali berhubungan dengan pertukaran data menggunakan USB Flash.

3. Memiliki cleaner dan virus fix untuk kebanyakan virus lokal.

4. Mendukung buatan Indonesia, perlindungan yang diberikan cukup handal dan gratis (untuk free version).

Memang sempat ada vendor antivirus mancanegara yang memberikan pernyataan bahwa tidak ada yang namanya virus lokal, namun kenyataan berbicara lain karena terbukti banyak malware yang marak menyebar hanya pada area geografis tertentu baik karena alasan teknis maupun alasan politis.

Sebagai contoh, karena USB Flash sangat populer di Indonesia (mungkin karena rendahnya penetrasi internet / kepemilikan komputer di Indonesia sehingga banyak mahasiswa yang menggunakan jasa warnet dan menyimpan filenya di USB Flash) sehingga menyebabkan pembuat virus di Indonesia memfokuskan penyebaran utamanya melalui USB Flash dan secara tidak langsung menyebabkan malware-malware buatan programmer Indonesia mayoritas hanya menyebar di Indonesia yang kepemilikan dan penggunaan USB Flashnya tinggi.

Secara geografis selalu ada virus yang namanya virus lokal dan solusi untuk virus lokal memang harus datang dari pemangku kepentingan lokal, dalam hal ini distributor antivirus si area tersebut atau vendor antivirus lokal.

Sebagai contoh baru-baru ini pengguna antivirus Indonesia yang menjadi korban amukan malware ultrasurf atau iloveyoumindhack dan kehilangan datanya karena di format. Harusnya vendor antivirusnya memberikan bantuan dan solusi apa yang harus dilakukan jika sudah menjadi korban quick format dan bagaimana mengakali file .exe yang dibuat tidak berfungsi oleh virus sehingga menghambat instalasi program antivirus.

Namun yang terjadi adalah distributor antivirus kebanyakan hanya menjalankan fungsi bisnis dan mengutamakan distribusi dan penjualan produk sebanyak mungkin dan kurang memperhatikan support dan layanan kepada pelanggannya jika menghadapi masalah sehingga korban ultrasurf terpaksa mencari solusi sendiri.

Atau kalau ingin mengambil contoh di luar Indonesia virus Shamoon yang memakan korban hancurnya data dan sistem komputer puluhan ribu komputer perusahaan minyak terbesar di dunia di Timur Tengah pada pertengahan Agustus 2012 yang menggunakan program antivirus mancanegara yang sangat terkenal, namun kenyataannya tetap saja bisa ditembus karena memang pada prisipnya malware / virus itu selalu selangkah di depan antivirus.

Jika kita lihat secara geografis, Shamoon dan Flame (yang sebelumnya menyerang Iran) dapat dikategorikan sebagai virus lokal Timur Tengah dan pihak yang paling berkepentingan (saya tidak mengatakan bahwa kita tidak berkepentingan) dengan aksi Shamoon adalah distributor antivirus di Timur Tengah atau produsen antivirus lokal di Timur Tengah (kalau ada) sehingga mereka yang harus paling pusing dan memikirkan bagaimana mencegah atau mengantisipasi jika hal yang serupa terjadi lagi.


(jsn/ash)
http://us.images.detik.com/content/2012/08/02/1204/112824_alfons500.jpg Alfons Tanujaya Alfons Tanujaya mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia melalui mailing list vaksin@yahoogroups.com. Alfons juga aktif menjadi nara sumber bagi media nasional dan menulis artikel malware dan sekuriti pada media IT terkemuka di Indonesia sampai saat ini. Penggemar kuliner ini dapat dihubungi di alfons@vaksin.com, Facebook dan Twitter @vaksincom.





Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%


Must Read close