Jelang Ramadan, Ini yang Perlu Disiapkan Penjual Online agar Laris

Jelang Ramadan, Ini yang Perlu Disiapkan Penjual Online agar Laris

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Sabtu, 20 Mar 2021 19:30 WIB
Jualan Online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bulan Ramadan yang selanjutnya disusul dengan lebaran Idulfitri merupakan momentum bagi para pedagang atau penjual untuk semakin laris dagangannya. Hal itu disebabkan perputaran uang di tengah masyarakat di bulan ini sangat besar.

Bagi para pedagang, termasuk penjual online, mempersiapkan stok dagangan hingga dan lain-lainnya harus disiapkan dari jauh-jauh hari, apalagi kini Ramadan tinggal menghitung hari. Ini agar produk yang mereka jual semakin menarik minat masyarakat untuk dibeli.

Dikutip dari Tokopedia, Sabtu (20/3/2021), buat penjual online, terutama yang baru merambah dunia digital, ada beberapa tips yang perlu disiapkan menjelang bulan Ramadan ini. Simak tipsnya berikut ini.

1. Upgrade Toko

Data Tokopedia tahun 2020 menyebut mitra yang meng-upgrade ke Power Merchant mendapatkan order 5 kali lebih banyak dibanding Regular Merchant. Makanya jelang Ramadan ini jadi momentum yang pas untuk meng-upgrade toko.

Sebagai Power Merchant, banyak fitur eksklusif yang bisa dimanfaatkan agar tokomu jadi pilihan pembeli selama Ramadan. Penjual juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan seperti bebas ongkir, jadi toko pilihan pembeli, dan promosi dengan broadcast chat.

Tak hanya itu, ada juga keuntungan lain seperti tambahan 5% Ekstra Kredit TopAds setiap top-up, 200 Etalase Toko, Produk Unggulan, Dekorasi Toko dan masih banyak lagi.

2. Jual Parsel Ramadan biar Diminati Pembeli

Data Tokopedia tahun 2020 membuktikan bahwa penjualan parsel mengalami kenaikan hingga 4 kali lipat selama bulan Ramadan. Tokopedia juga menyebut akan mengadakan kampanye Parsel Ramadan lagi tahun ini yang bisa diikuti semua Seller.

Adapun beberapa rekomendasi parsel Ramadan yang diminati oleh pembeli ialah kue kering, cookies, minuman, snack, kue dan cake, kopi, hijab dan pashmina, alat ibadah, lilin, dan reed diffuser. Lalu ada beberapa produk yang diprediksi akan dicari pembeli selama Ramadan ini.

Antara lain di kategori makanan seperti buah-buahan dan daging sapi. Di kategori kesehatan ada obat herbal hingga vitamin dan nutrisi. Di kategori fashion pria ada jam analog hingga sneaker. di kategori fashion wanita ada masker kain hingga daster. Lalu di kategori rumah tangga ada benih bibit tanam hingga rak.

3. Buat Halaman Toko yang Mempesona

Ramadan adalah kesempatan besar untuk menarik lebih banyak pembeli belanja ke toko. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan tampilan halaman toko dan halaman produk agar calon pembeli tertarik untuk mengunjungi tokomu.

Sebab ada masyarakat yang hendak berbelanja secara online biasanya mengikuti alur seperti ini. Pertama dimulai dari produk yang dilihat, melihat halaman produk, masukkan produk yang menariknya ke keranjang, dan akhirnya ke pembayaran.

4. Manfaatkan Fitur Promosi

Ada 3 fitur promosi yang dapat dimanfaatkan penjual online di Tokopedia. Pertama, promo bebas ongkir yang merupakan fitur promo favorit pembeli.

Kedua, membuat voucher toko sendiri. Di sini penjual bisa menentukan periode promo yang lebih fleksibel, ragam jenis promo, hingga halaman voucher toko yang dapat mudah diakses pembeli. Ada 2 jenis voucher toko yang dapat dibuat, yaitu voucher gratis ongkir dan voucher cashback.

Ketiga, pasang iklan TopAds. Dengan fitur ini, kamu hanya perlu menentukan anggaran harian, karena sistem pintar iklan Otomatis akan memilih produk dan biaya per klik yang tepat untuk mengoptimalkan iklanmu.

5. Bangun Interaksi Dua Arah di Media Sosial

Data menyebut sebanyak 91% pengguna internet di Indonesia memiliki akun media sosial. Oleh karena itu, jika dimanfaatkan dengan baik, media sosial bisa jadi sarana membangun komunikasi yang erat dengan calon pembeli maupun pelanggan setia.

Ini bisa dimanfaatkan misalnya dengan menaruh link toko online di bio media sosial. Selain itu, perlu diperhatikan waktu prime time masyarakat bermedia sosial ialah saat sahur dan buka puasa. Momen ini bisa dimanfaatkan misalnya dengan melakukan activity di media sosial.

(ncm/fay)