Telkomsel sendiri tetap optimistis dapat merengkuh pelanggan baru dengan mengandalkan kualitas jaringan layanannya meski digempur strategi pemasaran pesaing yang lebih mengandalkan promosi soal tarif.
"Kami percaya pasar masih seksi," kata Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja di sela pengambilan scene untuk salah satu acara di televisi swasta yang tengah membahas masalah telekomunikasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Kiskenda, Telkomsel sendiri telah membangun lebih dari 21 ribu unit infrastruktur telekomunikasi base transceiver station (BTS) hingga ke pelosok Indonesia. Saat ini, operator tersebut memiliki lebih dari 52 juta pelanggan di Tanah Air.
"Kami juga menganggarkan mayoritas anggaran belanja kami tahun ini yang mencapai US$ 1,5 miliar demi perbaikan kualitas yang terus menerus," tangkasnya.
Sementara, Presdir Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi juga mengatakan hal yang sama tentang kualitas jaringan layanan. XL sendiri akan menambah dana belanjanya tahun ini menjadi US$ 1 miliar dari semula dianggarkan US$ 650 juta.
Hasnul mengakui masih ada yang perlu diperbaiki di jaringan XL agar layanan selulernya makin kinclong. "Kalau sekarang masih macet-macet sedikit, tak apa-apa, lah," ujarnya.
Kalau mau ngobrol bebas dan santai soal layanan operator pada umumnya, yuk ikutan ke detikINET Forum... (rou/rou)